4. Berbagilah Perasaan dan Empati dengan Sesama
Membangun empati dengan ikut merasakan kondisi emosional orang lain merupakan sebuah keharusan yang tidak boleh ditinggalkan dalam dunia profesional. Sikap ini diwujudkan melalui kesediaan Anda untuk mendengarkan keluh kesah serta kesulitan rekan kerja, sekaligus ikut terlibat aktif dalam membantu mencari jalan keluarnya.
Selain itu, Anda juga dituntut untuk ikut berbahagia atas kesuksesan mereka, serta menunjukkan rasa duka yang tulus saat mereka sedang tertimpa musibah.
Terapkanlah sikap tenggang rasa (tajamul) ini dalam berbagai kesempatan sosial untuk membangun kedekatan emosional. Melalui cara ini, Anda akan selalu merasa terhubung secara harmonis dengan lingkungan kerja dan masyarakat sekitar.
5. Jangan Menjadi Orang yang Sombong atau Angkuh
Sebagian generasi muda terkadang memasuki dunia kerja dengan membawa asumsi yang keliru tentang kapasitas diri mereka. Mereka sering kali merasa telah menguasai segala hal dan berada di atas angin, sehingga menutup telinga dari setiap kritik, saran, maupun arahan para senior.
Sikap angkuh seperti ini hanya akan membuat seseorang menjadi sosok yang dibenci dan dihindari dalam lingkungan pergaulan kerja. Selain itu, orang yang sombong biasanya memiliki sangat sedikit teman sejati yang tulus mendampinginya.
Sebaliknya, pribadi yang rendah hati (mutawadhi’) dan tidak merasa lebih tinggi dari orang lain umumnya akan selalu dicintai dan dihormati oleh siapa saja di sekelilingnya.
6. Jangan Berputus Asa dari Kegagalan
Kehidupan praktis di dunia kerja adalah sebuah jalan panjang yang dipenuhi oleh duri-duri rintangan.
Sangat jarang ada orang yang langsung merengkuh kesuksesan besar dalam kariernya tanpa pernah mencicipi pahitnya kegagalan terlebih dahulu.
Seorang petarung sejati adalah ia yang berkali-kali dihantam kegagalan dalam hidupnya, tetapi tetap mampu bangkit, berjuang, dan keluar sebagai pemenang.
Setiap kali Anda berhadapan dengan kegagalan dalam karier, jadikanlah momen tersebut sebagai bahan evaluasi untuk mempelajari akar penyebabnya.
Dari sanalah Anda akan menemukan pelajaran-pelajaran berharga yang menjauhkan Anda dari jurang kegagalan di masa depan.







