Makanan Pedas Ada Manfaatnya bagi Kesehatan Hati, Begini Penjelasannya

Jakarta (Ngabarin.net) — Sebuah studi yang diterbitkan pada November 2025 dalam jurnal Frontiers in Nutrition menemukan bahwa mengonsumsi makanan pedas dengan tingkat kepedasan sedang beberapa hari dalam seminggu dapat menekan risiko penyakit hati berlemak.

Menurut laporan Medical Daily pada Rabu (07/10) waktu setempat, penelitian tersebut melibatkan 23.666 orang dewasa berusia 25 hingga 60 tahun dari basis data pemeriksaan fisik di Shijiazhuang, Provinsi Hebei.

Seluruh peserta bebas dari penyakit hati berlemak dan jaringan parut pada awal penelitian. Selama rata-rata 12,6 tahun masa pemantauan, sebanyak 7.965 orang terdiagnosis mengalami non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD), dan 7.311 orang memenuhi kriteria metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD).

Dibandingkan dengan individu yang tidak pernah makan pedas, mereka yang mengonsumsi makanan pedas satu hingga dua hari seminggu memiliki risiko NAFLD 18,9 persen lebih rendah.

Konsumsi tiga hingga lima hari seminggu menurunkan risiko hingga 33,2 persen, sedangkan frekuensi enam atau tujuh hari menurunkan risiko sebesar 36,4 persen. Penurunan risiko tertinggi mencapai 44,6 persen pada kelompok yang makan pedas setiap hari.

Temuan lain menunjukkan bahwa peserta yang menyukai rasa pedas tingkat ringan memiliki risiko NAFLD 22,9 persen lebih rendah. Sementara itu, preferensi kepedasan tingkat sedang berkaitan dengan penurunan risiko sebesar 33,9 persen.

Adapun preferensi tingkat kepedasan yang sangat tinggi tidak menunjukkan korelasi langsung dengan penurunan risiko NAFLD maupun MASLD.

Para peneliti belum dapat memastikan penyebab hilangnya manfaat kesehatan pada tingkat kepedasan tertinggi. Penelitian observasional ini hanya memetakan hubungan korelatif, bukan hubungan sebab-akibat.

Meski demikian, riset terdahulu menunjukkan bahwa asupan saus cabai sedang dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol. Sebaliknya, konsumsi harian dalam jumlah yang sangat tinggi tidak memberikan dampak serupa.

Secara laboratoris, paparan kapsaisin dosis tinggi ditemukan menekan calcitonin gene-related peptide yang berfungsi merelaksasi pembuluh darah. Paparan dosis sedang justru terbukti meningkatkan produksi oksida nitrat dalam tubuh.

Di sisi lain, populasi penyuka makanan sangat pedas tergolong kecil, yaitu hanya 960 orang atau sekitar 9,6 persen dari total konsumen harian. Hal ini membuat analisis statistik pada kelompok tersebut memiliki daya deteksi yang lebih terbatas.

Perlemakan hati merupakan kondisi yang relatif umum dan sering kali stabil. Bahaya utama timbul apabila kondisi tersebut berkembang menjadi fibrosis, yaitu pembentukan jaringan parut yang dapat memicu sirosis hingga kanker hati.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases mencatat bahwa pasien dengan inflamasi hati menghadapi risiko kematian yang lebih tinggi.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU