Makanan Pedas Ada Manfaatnya bagi Kesehatan Hati, Begini Penjelasannya

Studi ini mencatat bahwa makanan pedas tidak menunjukkan hubungan langsung dengan penurunan risiko fibrosis tingkat lanjut. Evaluasi menggunakan metode NAFLD Fibrosis Score maupun indeks FIB-4 tidak menunjukkan perubahan signifikan pada seluruh tingkat kepedasan.

Gagasan mengenai manfaat cabai bagi kesehatan antara lain bersumber dari analisis jurnal BMJ tahun 2015 terhadap 487.375 orang dewasa dalam China Kadoorie Biobank. Laporan tersebut menyebutkan bahwa konsumsi makanan pedas harian berkaitan dengan risiko kematian 14 persen lebih rendah dari berbagai penyebab.

Pola serupa ditemukan dalam riset Journal of the American College of Cardiology terhadap 22.811 orang dewasa di Italia, serta penelitian data NHANES dalam jurnal PLOS One yang mencatat penurunan risiko kematian sebesar 13 persen.

Namun, ketiga studi mortalitas tersebut tidak mengukur secara spesifik tingkat kepedasan yang dikonsumsi oleh para responden.

Sementara itu, publikasi Nutrition Journal pada 2024 melaporkan penurunan insidensi diabetes tipe 2 pada pemakan makanan pedas. Efek terkuat ditemukan pada konsumsi tiga hingga lima hari seminggu dengan tingkat kepedasan ringan.

Para peneliti mengakui sejumlah keterbatasan dalam studi ini, seperti potensi bias ingatan akibat pelaporan mandiri. Penilaian tingkat kepedasan juga bersifat subjektif meski variabel pendukung telah disesuaikan.

Penelitian ini dilakukan pada populasi dewasa di Tiongkok dengan kebiasaan konsumsi makanan pedas yang tinggi. Oleh karena itu, penerapan hasil penelitian pada pola makan masyarakat di negara lain perlu dilakukan secara hati-hati.

Selain itu, olahan makanan pedas umumnya mengandung lemak, garam, dan kalori tinggi yang tidak diukur dalam studi ini. Masyarakat yang memiliki riwayat gangguan hati disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan.[]

Sumber: Antara

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU