Madiun (Ngabarin.net) – Penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah tahun 2026 di Kota Madiun menuai kesuksesan besar. Pameran ini berhasil mencatatkan transaksi ekonomi signifikan sekaligus membuka peluang pasar internasional bagi produk lokal.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan yang bersinergi menyukseskan gelaran tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini saya di Madiun bersama Pak Plt Wali Kota Madiun, Dirut Bank Jatim, semuanya telah bekerja sama untuk menyelenggarakan Expo Haji dan Umrah tahun 2026,” ungkap Gus Irfan usai mengikuti agenda Sa’i Walk and Run di Stadion Wilis Kota Madiun, Ahad (27/9/2026).
Gus Irfan menegaskan bahwa ekspo ini memberi dampak ekonomi terukur bagi masyarakat sekitar. Selain transaksi di dalam lokasi pameran, kegiatan ini turut mendongkrak sektor pendukung lainnya.
“Laporan dari panitia, transaksi perputaran uang di dalam area pameran ini saja mencapai Rp5,7 miliar. Sementara perputaran yang di luar belum kita hitung, termasuk peningkatan okupansi hotel, transportasi, dan sektor lainnya,” terang Menhaj.
Selain transaksi langsung, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga memfasilitasi kesepakatan dagang internasional melalui forum Business Matching. Langkah strategis ini merupakan implementasi dari arahan Presiden untuk mengoptimalkan potensi ekonomi haji bagi bangsa.
“Dalam business matching kemarin, kita sudah ada MoU dengan beberapa eksportir dari sini maupun importir dari Saudi untuk mengirim barang-barang dari Indonesia. Ini adalah awal dari upaya kita untuk menjalankan amanat Presiden, di mana beliau ingin agar perputaran uang haji dan umrah sebagian bisa kembali ke Indonesia,” ujar Menhaj.
Persiapan Manasik dan Fisik Jemaah Haji
Dalam kesempatan yang sama, Menhaj mengingatkan para calon jemaah haji untuk mematangkan persiapan diri sejak dini. Selain pemahaman manasik, ketahanan fisik mandiri menjadi krusial sebelum keberangkatan.
” Kick Off Manasik Haji Akbar Nasional sudah kita lakukan, saya minta jemaah mempersiapkan kesehatan fisiknya karena ibadah haji memerlukan fisik yang prima. Mulai dari hari ini, masih ada waktu sekitar tujuh hingga delapan bulan untuk benar-benar menyiapkan diri agar siap secara fisik,” pesannya.
Mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Kemenhaj terus berkoordinasi intensif dengan Komisi VIII DPR RI di tengah dinamika situasi global. Pihaknya menargetkan penyesuaian biaya ini dapat segera disahkan.
“Insyaallah minggu depan kita putuskan dengan Komisi VIII. Kita sedang berdiskusi terus karena memang ada perubahan-perubahan kebijakan di Saudi, serta situasi geopolitik yang berimbas pada biaya penerbangan yang terpaksa harus naik, dan beberapa vendor di Saudi juga meminta perubahan harga,” tuturnya.
Sebagai komitmen penguatan ekosistem UMKM secara berkelanjutan, Kemenhaj menjadwalkan kelanjutan roadshow pameran serupa ke berbagai wilayah di Indonesia.
“Selanjutnya kita akan ke Bali, Makassar, Jogja, dan Jawa Tengah. Karena kita ingin seluruh UMKM di Indonesia ikut merasakan berkah dari haji,” pungkas Gus Irfan.[]







