Mulai 2027, Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Murid SD

Badung, Bali (Ngabarin.net) — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa mata pelajaran Bahasa Inggris akan diwajibkan bagi murid kelas 3 Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan ini digulirkan sebagai langkah strategis untuk menguatkan penguasaan bahasa asing anak-anak Indonesia sejak usia dini.

“Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai diajarkan pada tahun akademik 2027/2028, mulai kelas 3 SD,” ujar Abdul Mu’ti saat memaparkan program prioritas kementerian dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (2/10/2026) malam.

Mu’ti menjelaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan tenaga pendidik di lapangan. Oleh karena itu, Kemendikdasmen fokus menyiapkan para guru agar mampu mengajarkan keterampilan dasar bahasa asing secara efektif.

Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pelatihan mandiri bagi guru kelas agar memiliki kompetensi mengajar Bahasa Inggris dasar. Pengangkatan guru khusus Bahasa Inggris belum menjadi opsi utama, kecuali jika disesuaikan dengan kebutuhan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mendatang.

Mendikdasmen menekankan pentingnya metode pengajaran yang interaktif dan menyenangkan agar para murid terbiasa serta tidak merasa canggung saat belajar. Menurutnya, sasaran utama pembelajaran di tingkat dasar adalah menumbuhkan rasa percaya diri anak untuk berkomunikasi.

“Kita ingin membuat anak-anak ini belajar dengan gembira walaupun salah,” tutur Mu’ti.

Penguasaan bahasa internasional dinilai sangat krusial dalam mencetak generasi muda yang siap bersaing di era globalisasi. Selain Bahasa Inggris, pemerintah juga mendorong penguatan bahasa asing lainnya sebagaimana diarahkannya oleh Presiden dalam berbagai kesempatan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari serangkaian agenda prioritas Kemendikdasmen untuk mendongkrak kualitas pendidikan nasional. Selain penguatan bahasa asing, kementerian juga berfokus pada pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), penguatan pendidikan karakter melalui bimbingan konseling, sains dan teknologi, hingga pengenalan koding dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Guna merealisasikan target tersebut, Mu’ti meminta keterlibatan aktif dari lembaga perguruan tinggi untuk membantu mencetak serta meningkatkan kualifikasi guru. Lewat sinergi ini, murid SD diharapkan memiliki fondasi kebahasaan yang kokoh sejak awal masa persekolahan. []

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU