Pemerintah mengingatkan seluruh KBIHU agar selalu berkoordinasi dengan Ketua Kloter dalam setiap pelaksanaan kegiatan tambahan.
Kemenhaj menegaskan bahwa program ziarah resmi ke berbagai lokasi bersejarah telah disediakan secara gratis dan terjamin keamanannya.
Selain masalah KBIHU, satu jemaah asal kloter LOP-05 terpaksa dipulangkan karena masuk dalam daftar hitam imigrasi Arab Saudi.
Pihak otoritas menolak jemaah berinisial M tersebut masuk ke wilayah Arab Saudi akibat persoalan hukum di masa lalu.[]







