74 Ribu Lebih Jemaah Sudah Berangkat ke Tanah Suci, Bus Shalawat Siap 24 Jam

“Alhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,” ujar Maria.

Maria juga menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan, termasuk lansia, disabilitas, dan perempuan.

“Kami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,” tambahnya.

Untuk mendukung kelancaran ibadah di Makkah, pemerintah menyediakan layanan transportasi Bus Sholawat yang beroperasi selama 24 jam penuh.

Layanan ini menghubungkan jemaah Indonesia dari dan menuju Masjidil Haram melalui tiga titik utama, yakni Terminal Jiad (Ajyad), Jabal Ka’bah, dan Syib Amir.

Sebanyak 452 armada disiapkan untuk melayani jemaah secara non-stop, termasuk 52 unit bus hidrolik yang sangat ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Bus Sholawat melayani 21 rute yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor, serta didukung dengan kartu panduan rute yang wajib dibawa oleh setiap jemaah.

Petugas haji juga disiagakan untuk memberikan pendampingan kapan pun jemaah mengalami kendala di lapangan.

Layanan transportasi ini telah beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan terus berlangsung hingga masa pemulangan ke Tanah Air.

Di tengah kondisi cuaca di Makkah yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius, Maria mengimbau jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan mereka masing-masing.

“Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tegasnya.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, profesional, serta ramah bagi seluruh jemaah.

Seluruh jemaah juga diharapkan senantiasa menjaga kekompakan, mematuhi arahan petugas, serta menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk demi meraih haji yang mabrur.[]

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU