Jakarta (NGABARIN) – Banyak orang melewatkan sarapan pagi. Alasannya beragam, ada yang terburu-buru berangkat, tidak fokus atau bahkan ada yang tidak lapar.
Menurut ahli, menu sarapan pagi idealnya berupa kombinasi protein, serat, dan lemak yang menstabilkan gula darah, memberi energi, dan membuat kenyang, sehingga cenderung tidak makan berlebihan di kemudian hari.
Seperti dilansir laman Channel News Asia, Ahad (50/01) lalu, seorang ahli diet terdaftar Lindsay Malone mengatakan, beberapa orang cocok dengan sarapan namun juga merasa baik-baik saja tanpa sarapan, tetapi mungkin ada konsekuensi yang tidak diperhatikan.
Jika seseorang makan atau ngemil menjelang tidur, tubuh mungkin masih mencerna makanan dari malam sebelumnya. Namun, saat melewatkan sarapan, kalori yang hilang akan digantikan pada saat sesi makan pada hari itu.
“Dan kemudian Anda mungkin makan sepertiga kalori Anda dengan ngemil setelah makan malam,” kata Malone.
Tubuh yang mencerna lebih banyak makanan saat seharusnya beristirahat dapat menyebabkan tidur yang lebih buruk dan penambahan berat badan, tambahnya.
Secara fisiologis, ada banyak mekanisme yang berperan untuk mendorong tubuh kita makan di pagi hari,” kata Ivory Loh, ahli gizi terdaftar di Seattle.
Namun, jika sudah bertahun-tahun tidak sarapan, tubuh mungkin berhenti mengirimkan isyarat lapar yang selama in diabaikan.
Selain itu, sarapan dengan kopi, atau yang dicampur susu dapat menekan nafsu makan dan memberi sedikit energi. Akibatnya menjadi tidak fokus, dan tidak menyadari bahwa dorongan kopi telah hilang lalu beberapa jam kemudian akan terasa sangat lapar.
“Seolah-olah tubuh Anda mengirim pesan teks kepada Anda, dengan tenang, dan Anda tidak menjawabnya. Lalu tubuh Anda mulai memanggil, lalu menelepon dengan cepat. Saat Anda mulai memperhatikan, tubuh Anda berteriak dengan nada mendesak,” kata Loh. Sering kali, saat itulah kita mengejar ketertinggalan dengan makanan yang mudah didapat.
Meskipun rasa lapar diabaikan, Lauren Au, seorang profesor madya nutrisi di University of California-Davis mengatakan setidaknya perlu makan seperti yoghurt serta pisang. Pilihan lain termasuk smoothie atau satu sendok kolagen dalam kopi untuk protein, tambah Malone.







