Sistem kapitalisme tidak dapat menjamin kebutuhan rakyat secara adil dalam memenuhi kebutuhan pokok rakyatnya baik sandang, pangan, papan dan pendistribusian ke masyarakat.
Tergambar jelas kondisi rakyat hari ini, banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pengangguran semakin meresahkan yang berimbas pada kenaikan kejahatan yang menghantui dan mengancam keamanan masyarakat.
Kapitalisme hari ini semakin rapuh. Inflasi semakin tinggi, masyarakat semakin terhimpit dan ekonomi dunia semakin terlihat ketidakpastiannya. Hampir seluruh dunia mengalami resesi. Akibatnya negara Indonesia hari ini menempuh berbagai macam cara untuk menyelamatkan ekonomi.
Alih-alih untuk membangun kemandirian dan memberikan kesejahteraan kepada rakyat, negara malah masuk perangkap yang lebih besar yang semakin menyulitkan penghidupan rakyat. Terbukti dengan kebijakan menaikkan pajak, pemangkasan hubungan kerja (pensiun dini) karena negara tidak mampu memberikan gaji ke karyawan BUMN. Begitu juga dengan perusahaan swasta, jumlah produksi dan penjualan tidak seimbang akhirnya timbul pemutusan hubungan kerja (PHK).
Inilah dampak buruk sangat jelas di depan mata penerapan sistem kapitalisme. Jelas tidak memberikan kebahagiaan, kesejahteran dan keadilan. Namun sayangnya selama puluhan tahun rakyat belum mampu membuka pemikirannya untuk kembali kepada sistem terbaik yang harusnya diterapkan.
Islam Solusi Tuntas
Sistem Islam menawarkan pandangan solusi yang membahagiakan, mensejahterahkan dan berkeadilan terkait jaminan kebutuhan rakyatnya baik sandang, pangan, papan maupun pendistribusan merupakan kewajiban negara.
Islam adalah sistem ekonomi terbaik bagi umat yang mengatur keuangan negara dengan syari’at. Setiap pos pemasukan dan pengeluaran harus berdasarkan nash syara’. Negara Islam menerapkan eknomi Islam yang mewajibkan kekayaan alam yang termasuk milik umum dikelola negara dan hasilnya diperuntukan untuk kemashlahatan umat.
Islam berfokus pada pemberian pelayanan untuk mensejahterahkan rakyat baik orang kaya maupun miskin. Dan indikator kesejahteraan rakyat dalam sistem Islam terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan setiap individu dalam jumlah yang cukup. Allah SWT menyatakannya dalam surah Al Hasyr Ayat 7:
كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْۗ
(Demikian) agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu (QS. Al Hasyr ayat 7).
Ayat ini menegaskan bahwa distribusi kekayaan tidak boleh menumpuk pada segelintir orang, melainkan harus menyentuh seluruh rakyat. Islam mengatur mekanisme pengelolaan harta (zakat, fa’i, kharaj, ghanimah) melalui Baitul Maal agar seluruh rakyat dapat hidup layak.
Negara mewajibkan setiap kepala keluarga untuk bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarganya sebagai tanggung jawab pada keluarga. Rasulullah Saw bersabda:
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ قَالَ : عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya, “Pekerjaan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua pekerjaan perniagaan yang baik.” (HR. Baihaqi dan Al Hakim).
Wallahu a’lam bishshawwab. []
Ummu Neysa, Muslimah Bangka Belitung.







