Bogor (Ngabarin) – Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) menerima donasi tahap kedua dari Unit Wakaf dan Dana Sosial (UWDS) IPB University senilai Rp80 juta.
Dana yang diperuntukkan bagi penyintas banjir di Sumatra ini diserahterimakan dalam sebuah acara khusus di Sekolah Bisnis IPB University, Kota Bogor, Senin (05/01/2026).
Penyerahan donasi ini kepada ARM HA-IPB dilakukan secara simbolis oleh Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, kepada Ketua Umum ARM HA-IPB, Ahmad Husein.
Dalam sambutannya, Rektor IPB menyatakan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi membantu penanganan bencana banjir Sumatera. Khusus kepada ARM HA-IPB, Alim Setiawan memuji gerak cepat badan otonom Himpunan Alumni IPB tersebut di lapangan.
“Bantuan ARM HA-IPB bahkan sangat kreatif, misalnya melalui penyediaan jaringan telekomunikasi Starlink untuk wilayah terdampak bencana. Hal ini tidak terpikirkan oleh banyak pihak,” ujarnya.
Alim Setiawan menegaskan, bantuan melalui UWDS ini mengafirmasikan sikap dan kepedulian IPB University dalam membantu penyintas bencana banjir Sumatera baik dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
“IPB University juga telah mengirimkan tim dukungan psikososial ke Aceh. Selain itu, IPB menyediakan inovasinya dengan memproduksi 16 ribu paket nasi steril siap santap serta 13 ribu paket makanan bayi. Kita bukan hanya mengirimkan melainkan juga melatih warga setempat untuk dapat memproduksinya,” kata Alim.
Kepala UWDS IPB, Alla Asmara memaparkan, donasi untuk banjir Sumatra dibuka sejak awal Desember 2025. UWDS telah menyerahkan donasi tahap pertama sebesar Rp50 juta kepada ARM HA-IPB.
“Kami berterima kasih atas partisipasi seluruh civitas akademika IPB untuk membantu warga yang terdampak banjir di Sumatera, juga kepada ARM HA-IPB atas kerja sama yang baik yang telah dibangun selama ini,” kata Alla.
Dalam laporannya kepada Rektor IPB, Ketua Umum ARM HA-IPB menyampaikan bahwa hingga kini ARM HA-IPB telah dan sedang menjalankan giat kemanusiaan di delapan kabupaten di tiga provinsi, masing-masing di Bener Meriah, Bireuen, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur di Aceh; Tapanuli Utara, Mandailing Natal, dan Tapanuli Tengah di Sumatera Utara, serta Kabupaten Agam di Sumatera Barat.
“Dukungan tersebut meliputi distribusi bantuan pangan dan non-pangan, obat-obatan, penyediaan shelter darurat, family kit, penyediaan jaringan komunikasi Starlink, lampu panel tenaga surya, dan pemipaan air bersih,” jelas Husein. []







