Jakarta (Ngabarin) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Masehi Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Seperti dilaporkan NU Online, sejumlah menteri dan pejabat negara dari jajaran Kabinet Merah Putih menghadiri acaea ini.
Di antara pejebat tinggi yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, Utusan Khusus Presiden bidang Ketahanan Pangan Muhammad Mardiono, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, perwakilan ketua umum partai politik di Indonesia, dan para Duta Besar negara sahabat.
Hadir juga Mustasyar PBNU sekaligus Ibu Negara Ke-4 RI Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, para pengurus badan otonom dan lembaga NU, serta perwakilan PWNU dan PCNU se-Indonesia.
Sayangnya, momentum penting dan massal ini justru tidak dihadiri dua orang penting di PBNU. Keduanya adalah pimpinan tertinggi NU yakni Rais Syuriyah PBNU KH Miftachul Akhyar dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf. Presiden Prabowo yang foto dan namanya telah disebar bakal hadir dalam acara ini ternyata juga batal.
Padahal jika absennya dua orang itu dikaitkan dengan konflik yang mendera PBNU akhir-akhir ini harusnya sudah tidak ada masalah. Sebab Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) telah dimaafkan dan posisinya sebagai ketua umum telah dikembalikan. Sebelumnya, Gus Yahya dipecat oleh jajaran Syuriyah PBNU.
Gus Yahya pun menjelaskan alasan ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifulah Yusuf.
Ia mengatakan, sehari sebelum acara peringatan PBNU telah melakukan koordinasi teknis dengan berbagai pihak terkait untuk kehadiran Presiden, seperti Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan protokol Istana.
“Sejak kemarin sudah dilakukan koordinasi dengan berbagai perangkat yang terkait dengan kepresidenan, termasuk Paspampres dan protokol Istana, serta hal-hal teknis lain yang diperlukan,” ujar Gus Yahya di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/01) seperti dilansir ANTARA.
Namun, kata Gus Yahya, pada saat terakhir Presiden Prabowo berhalangan hadir karena ada tugas lain yang bersifat kenegaraan.
“Pada saat terakhir beliau mungkin berhalangan, karena ada tugas lain. Kami juga mendengar ada beberapa agenda negara terkait tamu-tamu negara yang hadir hari ini,” katanya.







