Sepekan Serang Iran, AS Habiskan Anggaran Rp186 Triliun

Washington (Ngabarin) – Biaya operasional militer Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Iran dilaporkan telah menembus angka 11,3 miliar dollar AS atau setara lebih dari Rp186 triliun hanya dalam enam hari pertama.

Menurut tiga orang yang mengetahui pengarahan tersebut, biaya ini terungkap dalam pengarahan tertutup kepada anggota parlemen di Capitol Hill pada Selasa (10/3/2026).

Seperti dilansir The New York Times, perkiraan biaya tersebut ternyata belum mencakup seluruh aspek operasional, seperti penambahan peralatan tempur dan pengiriman personel militer yang dilakukan sebelum serangan perdana dilancarkan.

Oleh karena itu, para anggota parlemen memprediksi beban anggaran akan meningkat secara signifikan seiring proses penghitungan biaya akumulatif oleh Pentagon.

Besarnya konsumsi amunisi

The New York Times dan The Washington Post sebelumnya melaporkan, militer menggunakan amunisi senilai 5,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 94,5 triliun dalam dua hari pertama perang. Tingkat pengeluaran amunisi tersebut jauh lebih besar daripada yang telah diungkapkan kepada publik.

Berdasarkan analisis Pusat Studi Strategis dan Internasional, 100 jam pertama operasi tersebut menelan biaya 3,7 miliar (Rp62,5 T) atau 891,4 juta dollar AS (Rp15 T) setiap harinya. Dalam gelombang serangan pertama, AS banyak menggunakan bom luncur AGM-154 yang harga per unitnya mencapai 578.000 hingga 836.000 dollar AS.

Untuk efisiensi, militer AS kini mulai beralih menggunakan Joint Direct Attack Munition (JDAM) yang jauh lebih murah. Sebagai gambaran, hulu ledak terkecil JDAM hanya seharga 1.000 dollar AS dengan perangkat pemandu sekitar 38.000 dollar AS.

Perdebatan anggaran di Kongres

Beberapa anggota Partai Republik telah mendesak selama beberapa pemerintahan agar AS meningkatkan pengeluaran untuk produksi amunisi. Namun, beberapa anggota Partai Republik lainnya menolak peningkatan pendanaan militer.

Dalam beberapa hari terakhir, mereka mempertanyakan gagasan untuk menyetujui paket pendanaan tambahan yang mahal untuk konflik yang mereka khawatirkan dapat menjadi tidak terbatas.

Partai Demokrat telah menyatakan keraguan yang cukup besar tentang kesediaan mereka dalam mendukung langkah pendanaan darurat untuk operasi tersebut, setidaknya sampai para pejabat tinggi pemerintahan memberikan Kongres rincian lebih lanjut tentang strategi dan tujuan akhir AS.[]

sumber: kompas.com

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU