Gaza (Ngabarin.net) — Delapan warga Palestina, termasuk dua anak-anak, tewas dalam serangkaian serangan udara Israel di seluruh Jalur Gaza pada Minggu (2/8/2026). Serangan ini tetap terjadi meskipun telah diumumkan adanya kesepakatan untuk melaksanakan tahap berikutnya dari rencana gencatan senjata.
Sumber medis di Rumah Sakit Nasser, Kota Khan Younis, Gaza selatan, menyatakan bahwa tiga warga Palestina tewas dalam serangan udara yang menghantam sebuah apartemen di kawasan Al-Qarara. Selain korban jiwa, tiga orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Para saksi mengonfirmasi kepada Anadolu bahwa serangan menghantam apartemen milik keluarga Al-Hams. Korban tewas teridentifikasi sebagai Mahmoud Zaki Al-Hams (38), istrinya Fatima Al-Hams (37), serta putri mereka yang masih kecil.
Sumber lokal melaporkan bahwa artileri Israel juga menggempur kawasan Dar Al-Salam di pusat Khan Younis. Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dari serangan artileri tersebut.
Di kawasan Gaza tengah, Kamal Abu Muailiq (68) dan istrinya, Huda (59), tewas setelah sebuah helikopter Israel menyerang rumah mereka. Rumah korban berlokasi di kawasan Al-Mashaala yang berada di sebelah barat Deir al-Balah.
Serangan udara Israel juga menyasar sebuah apartemen di Menara Al-Sousi, Kota Gaza, yang berada dekat kawasan pelabuhan. Menurut sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa, serangan tersebut menewaskan tiga warga Palestina, yaitu Abdullah Abu Taif (33), istrinya Abeer Anan (29), serta putra mereka yang berusia lima tahun, Azzam.
Seorang warga Palestina lainnya mengalami luka-luka dalam serangan terpisah yang menargetkan sebuah apartemen di dekat Masjid Palestina, lingkungan Al-Nasr. Di tempat lain, kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke arah wilayah timur lingkungan Al-Tuffah, Kota Gaza, tanpa ada laporan korban jiwa.[]
Sumber: Anadolu Agency







