Gaza (Ngabarin.net)— Seorang gadis Palestina pada Senin meninggal akibat luka tembak Israel di Gaza. Sementara itu, serangan artileri dan penembakan terus dilaporkan di sejumlah wilayah kantong tersebut meski gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober lalu.
Saba Naim Abdullah al-Hashash, 13 tahun, mengembuskan napas terakhir akibat luka yang dideritanya dua hari sebelumnya. Ia ditembak di bagian kepala oleh pasukan Israel di daerah Al-Iqlimi, Al-Mawasi, sebelah selatan Khan Younis di Gaza selatan, kata sumber medis kepada Anadolu.
Saksi mata mengatakan artileri Israel menggempur secara intensif daerah dekat Jalan Al-Tina, selatan Khan Younis.
Tank-tank Israel juga melepaskan tembakan intensif ke arah daerah Qizan Rashwan, sebelah selatan kota tersebut.
Di Kota Gaza, kapal perang Israel menembaki kawasan pesisir kota tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa dari serangan maritim tersebut.
Militer Israel terus menargetkan warga Palestina di sejumlah wilayah Jalur Gaza meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Penyerangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.258 warga Palestina dan melukai 4.139 lainnya, menurut data resmi Kementerian Kesehatan Gaza.
Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya dalam perang genosida sejak Oktober 2023. Perang tersebut juga menyebabkan kehancuran luas yang berdampak pada 90 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut.[]
Sumber: Anadolu Agency







