Pada awalnya, al-Sharaa biasa berkoordinasi langsung dengan Abu Bakr al-Baghdadi. Namun, tiba-tiba al-Baghdadi mengumumkan kelompoknya memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan akan memperluas wilayah ke Suriah, termasuk dengan cara menggabungkan Front al-Nusra ke dalam kelompok baru yang disebut ISIL.
Menariknya, al-Sharaa menolak pembelotan ini dan mempertahankan kesetiaannya kepada al-Qaeda.
Dalam wawancara pada 2014, ia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Suriah harus diperintah berdasarkan interpretasi kelompoknya tentang “hukum Islam” dan kaum minoritas di negara tersebut tidak akan diakomodasi.
Namun, seiring waktu pandangan al-Sharaa juga ikut berubah. Ia kemudian mulai menjauhkan diri dari proyek al-Qaeda yang bertujuan mendirikan “kekhalifahan global” di semua negara berpenduduk mayoritas Muslim. Sebagai gantinya, al-Sharaa bersama para anak buahnya yang setia memulai misi baru.
Di Suriah, ia kemudian mengumumkan penggabungan sejumlah kelompok oposisi dengan nama Hayat Tahrir al-Sham (HTS). Tujuan HTS yang dinyatakan waktu itu adalah untuk membebaskan Suriah dari pemerintahan otokratis Assad.
Selain itu, kelompok ini ingin mengusir milisi Iran dari negara tersebut dan mendirikan pemerintahan baru sesuai dengan interpretasi mereka sendiri tentang “hukum Islam”.
Sebagai pendiri HTS, al-Sharaa telah berusaha memisahkan diri dari pihak lain dan hanya berfokus pada pembentukan “republik Islam” di Suriah.
Sejak 2016, ia telah memposisikan dirinya dan kelompok sebagai penjaga yang kredibel bagi Suriah jika sudah terbebas dari rezim al-Assad.
Secara perlahan, HTS menghimpun kekuatan dari provinsi Idlib. Setelah beberapa waktu menunggu, mereka melancarkan serangan yang mengejutkan rezim Assad di Damaskus di akhir tahun 2024. Tak butuh waktu lama, Assad akhirnya melarikan diri ke luar negeri.
Sebagai gantinya, al-Sharaa yang menjadi pemimpin HTS pun secara tidak langsung menjadi pemimpin de facto Suriah sekarang.
Sebelum akhirnya memimpin Suriah, al-Sharaa pernah masuk deretan buronan Amerika Serikat dalam daftar “Teroris Global yang Ditunjuk Khusus” pada bulan Mei 2013 dengan hadiah sebesar USD10 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
Namun, status tersebut dicabut pada awal Desember 2024 setelah al-Sharaa bertemu dengan delegasi AS untuk berunding mengenai kondisi di Suriah. []







