Kemenangan Kelompok Sayap Kiri
El-Sayed bukan satu-satunya figur yang menyumbang kemenangan bagi faksi kiri Partai Demokrat di negara bagian tersebut. Hasil di Michigan dipandang sebagai pencapaian besar bagi kelompok progresif secara keseluruhan.
Dalam pemungutan suara Selasa lalu, legislator progresif Donavan McKinney sukses mengalahkan petahana pro-Israel, Shri Thanedar, untuk bursa DPR AS. Di distrik sebelah utara Detroit, penggerak isu iklim sayap kiri William Lawrence juga memenangi pemilihan pendahuluan Kongres dengan keunggulan 15 poin.
Fenomena serupa terjadi di berbagai penjuru AS, mulai dari California, Colorado, Pennsylvania, New Jersey, hingga New York. Kelompok progresif berhasil menyingkirkan sejumlah petahana dan merebut kursi di distrik-distrik aman Demokrat.
Hal yang membuat kemenangan El-Sayed terasa istimewa bukan hanya gempuran dana dan dukungan lawan. Ia berhasil memenangi pemilihan tingkat negara bagian di wilayah swing state berpenduduk 10 juta jiwa yang dua tahun lalu memenangkan Trump.
Anggota DPR Pennsylvania dari faksi progresif, Chris Rabb, menilai kandidat sayap kiri berhasil unggul karena mampu merangkul pemilih dengan pendekatan yang substantif dan penuh empati.
Menurutnya, kemenangan El-Sayed memberi sinyal tegas kepada elite Demokrat agar mengubah kalkulasi politik mereka ke depan.
“Trik-trik lama yang biasa digunakan kini sudah usang dan tidak mampu lagi menjangkau tipe pemilih baru. Namun, ia berhasil mengajak orang-orang yang sudah lama tidak memilih, atau bahkan belum pernah memilih sama sekali, untuk datang ke TPS,” ujar Rabb.
Ia menambahkan bahwa kemampuan El-Sayed dalam memperluas basis pemilih Demokrat akan menjadi modal utama untuk mengalahkan Rogers pada November nanti.
Slogan kampanye El-Sayed sendiri mengusung narasi: “Hentikan politik uang. Uang masuk ke kantong Anda. Layanan Kesehatan untuk Semua (Medicare for All).”
Platform utamanya berfokus pada keterjangkauan harga dan perluasan akses kesehatan. Namun, campur tangan AIPAC dan polarisasi mengenai Israel menjadikan konflik di Timur Tengah, khususnya perang genosida Israel di Gaza, sebagai isu sentral pemilu.
Pengamat media sosial Russell Ellis menyatakan bahwa para pemilih di seluruh AS mulai menunjukkan kejenuhan mereka terhadap tindakan Israel dan lobi AIPAC.
“Jumlah pemilih yang menetapkan garis tegas menolak pengiriman bom untuk melanjutkan genosida jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Jumlahnya sangat masif,” katanya kepada Al Jazeera.
“Saya rasa mayoritas warga AS setuju bahwa kita tidak boleh mendukung genosida. Menggunakan uang pajak dan bom warga AS untuk melakukan genosida di Gaza, Sudan, Kongo, atau di mana pun adalah hal yang tidak dapat diterima.”







