Karcis Parkir dan Ilusi “Lepas Tanggung Jawab”

CCTV yang berfungsi, sistem tiket yang terintegrasi, petugas yang terlatih, hingga skema asuransi kerugian adalah bagian dari standar layanan yang layak. Tanpa itu, biaya parkir yang dibayarkan konsumen kehilangan makna.

Masyarakat tidak membayar untuk sebidang aspal. Mereka membayar untuk rasa aman.

Ketika keamanan itu gagal disediakan, tanggung jawab tidak bisa dielakkan dengan sebaris kalimat di karcis.

Membongkar Mitos, Menguatkan Kesadaran

Sudah saatnya mitos “lepas tanggung jawab” ini dibongkar secara kolektif. Hukum telah memberikan pijakan yang jelas. Yurisprudensi telah mempertegasnya. Yang tersisa adalah keberanian konsumen untuk menggunakan haknya.

Kertas kecil yang Anda terima di pintu parkir bukan sekadar tiket masuk. Ia adalah simbol hubungan hukum—kontrak penitipan yang dilindungi undang-undang. Di balik ukurannya yang sederhana, tersimpan hak yang besar.

Tulisan “hilang bukan tanggung jawab kami” mungkin masih akan terus dicetak. Namun di hadapan hukum, ia hanyalah gertakan sambal—keras di awal, hambar di akhir.

Dan hukum, pada akhirnya, selalu berpihak pada mereka yang berani memperjuangkannya. []

Muhibbullah Azfa Manik

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU