Pemerintah berjanji akan terus memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, baik di tingkat kloter, sektor, maupun fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi.
Aspek bimbingan ibadah menjadi perhatian utama pemerintah, terutama terkait akses jemaah menuju Raudhah melalui pemberian tasreh (izin).
Hingga saat ini, sebanyak 29.497 jemaah telah memperoleh izin masuk Raudhah dengan penambahan 341 izin baru yang terbit pada 5 Mei 2026.
Jemaah sangat diimbau untuk selalu menggunakan aplikasi Nusuk guna mengakses layanan masuk ke Raudhah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami terus memperkuat layanan bimbingan ibadah, termasuk pendampingan bagi jemaah sakit serta edukasi ibadah di sektor dan fasilitas kesehatan,” jelas Suci.
Upaya penguatan perlindungan jemaah juga dilakukan dengan mendorong pemanfaatan aplikasi Kawal Haji sebagai kanal pengaduan digital yang responsif.
Melalui aplikasi tersebut, jemaah dapat melaporkan kendala terkait konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga laporan barang yang hilang secara real-time.
“Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel,” tegas Suci Annisa.
Mengingat suhu di Madinah dan Makkah yang menyentuh angka 37–39 derajat Celsius, para jemaah diingatkan untuk terus menjaga kondisi fisik dengan maksimal.
Pihak Kemenhaj meminta jemaah untuk membatasi aktivitas luar ruang, cukup istirahat, serta menjaga asupan cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi.
Kemenhaj juga memberikan peringatan keras kepada seluruh KBIHU agar mematuhi ketentuan resmi dan terus berkoordinasi dengan petugas demi keselamatan jemaah.
Apresiasi diberikan kepada seluruh pihak yang bersinergi demi kelancaran operasional haji tahun ini.
“Kolaborasi dan kepatuhan seluruh pihak menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” pungkas Suci.[]







