“Prioritas layanan tasreh kami berikan kepada jemaah lansia, disabilitas, dan kelompok rentan agar mereka tetap mendapatkan kesempatan beribadah dengan nyaman dan aman,” ujarnya.
Dari sisi kesehatan, tercatat sebanyak 17.301 jemaah menjalani rawat jalan, 161 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dan 311 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. 82 jemaah masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.
Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya empat jemaah pada Kamis, 7 Mei 2026.
Pertama adalah Misno Iro Karso, jemaah laki-laki dari Kloter JKG 09 asal Kabupaten Lampung Timur, Lampung.
Kedua adalah ABD Wachid, jemaah laki-laki dari Kloter SUB 07 asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Ketiga adalah Fajar Puja Sasmita, jemaah laki-laki dari Kloter SUB 11 asal Kota Malang, Jawa Timur.
Keempat adalah Amid Asim, jemaah laki-laki dari Kloter KJT 09 asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dengan demikian, total jemaah wafat hingga saat ini sebanyak 16 orang.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga seluruh almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Maria.
Menghadapi suhu di Madinah dan Makkah yang berkisar antara 38 hingga 41 derajat Celsius, Maria mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi fisik dengan mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan.
Jemaah diharapkan memperbanyak istirahat, mencukupi kebutuhan cairan, dan segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.
“Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan terus menjadi semangat pelayanan kami dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” tandasnya.[]







