KBIHU diharapkan tidak hanya memberikan bimbingan manasik, tetapi juga memperkuat edukasi mengenai kesehatan, keselamatan, serta kedisiplinan jemaah.
Pihak Kemenhaj telah menerbitkan edaran resmi mengenai pengaturan pergerakan jemaah sebagai langkah mitigasi menjelang fase krusial puncak haji.
Seluruh jemaah diwajibkan mematuhi arahan petugas terkait aktivitas dari hotel ke Masjidil Haram, pergerakan dari Madinah ke Makkah, hingga persiapan menuju Armuzna.
Bagi jemaah gelombang kedua yang tiba via Jeddah, Maria mengimbau pemakaian kain ihram sejak dari embarkasi karena pengambilan mikat (miqat) dilakukan saat perjalanan udara.
Mengenai layanan kesehatan, saat ini dilaporkan sebanyak 67 jemaah masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Arab Saudi.
Kemenhaj mengonfirmasi adanya satu jemaah yang wafat pada Ahad, 10 Mei 2026, atas nama Kasiani Sigito Tarmidi dari kloter KNO 8 asal Kota Medan, Sumatera Utara.
Data terbaru menunjukkan bahwa total jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga saat ini berjumlah 24 orang.
“Atas nama Kemenhaj, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Maria.
Maria memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja keras memberikan layanan terbaik bagi para tamu Allah.
Ia kembali mengajak jemaah untuk konsisten menjaga kesehatan, menghemat energi, serta mematuhi segala regulasi pergerakan yang telah ditetapkan.
“Semoga Allah Swt memberikan kemudahan, perlindungan, dan kesehatan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan hajinya mabrur,” tutup Maria.[]







