Ramadhan Usai, Takwanya Tambah Mantap

Tak Pelit Lagi

Yang dulu pelit dan bakhil, kini sudah dermawan. Peduli dan hormat kepada orang tua dan kerabat. Peduli dengan anak yatim dan orang miskin dan dhu’afa yang hidupnya ‘senin-kamis’ yang sangat membutuhkan uluran tangan dari kita yang mampu untuk bersedekah kepada mereka yang miskin.

Orang yang berinfak di jalan Allah akan diganti di dunia dan dapat pahala yang besar di akhirat sebagaimana firman Allah ta’ala:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang terbaik.” [Saba’/34 : 39]

Dalam menafsirkan ayat di atas, Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata: “Betapapun sedikit apa yang kamu infakkan dari apa yang diperintahkan Allah kepadamu dan apa yang diperbolehkanNya, niscaya Dia akan menggantinya untukmu di dunia, dan di akhirat engkau akan diberi pahala dan ganjaran, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits ..” (Tafsir Ibnu Katsir 3/595).

Pahala sedekah inilah yang Allah perlihatkan sejak di alam barzah. Tak heran, banyak mereka yang sudah di alam kubur itu menyesal dan ingin balik lagi kedunia walau sebentar untuk bersedekah dan menjadi orang salih. (Baca QS. Al-Munafiqun: 10 ).

Dan semoga pasca Ramadhan, kita umat Islam tambah semangat untuk beribadah. Shalat di awal waktu dan berjamaah. Rajin shalat sunnah, puasa sunnah, tekun baca shalawat nabi, tekun ngaji dan mengkaji kitab suci Al-Qur’an. Punya rasa ‘ghirah’ yang tinggi untuk berdakwah dan beramar makruf nahi munkar. Demi kemulian Islam dan umat Islam.

Takwa itu Bukan Musiman

Jadi agar kita benar-benar menjadi ‘insan muttaqiin’ tentu kita dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya bukan hanya di bulan Ramadhan, tapi juga di luar Ramadhan. Takwa itu tidak musiman. Karena ibadah yang paling disukai Allah adalah amal ibadah yang istiqomah terus-menerus walau sedikit. (HR. Al-Bukhari).

Terkait itu, ada seorang ulama salaf, Bisyr Al-Hafi mengingatkan:

ﺑﺌﺲ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻻ ﻳﻌﺮﻓﻮﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ. ان الصالح الذي يتعبد ويجتهد السنة كلها. (لطاءؤ المعارف )

“Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang tidak mengenal Allah kecuali hanya di bulan Ramadhan saja. Sesungguhnya orang shalih itu beribadah dan bersungguh-sungguh ibadahnya dalam setahun, semua bulan”.

Dimanapun kita berada, dan kapanpun kita hidup, Rasulullah Saw menyuruh kita untuk bertakwa kepada Allah Swt:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: “اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ”

“Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: ‘Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan yang baik maka itu akan menghapuskannya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.’” (HR. Tirmidzi)

Semoga pasca Ramadhan, takwa kita umat Islam tambah mantap, dalam arti benar-benar melaksanakan ajaran Islam dengan baik.

Buah takwa inilah yang akan kita bawa mati di alam barzah hingga kita dibangkitkan di Yaumil Akhir. Wallahu a’lam.

Abd. Mukti, Pemerhati Kehidupan Beragama.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU