Saat Ditagih Utang Orang Jadi Lebih Galak, Apa Penyebabnya?

Ia juga menjelaskan bahwa stres keuangan, termasuk tekanan akibat utang, memang berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan mental seperti kecemasan dan depresi. Namun, utang bukanlah penyebab tunggal gangguan mental.

“Penyebab gangguan mental bersifat multifaktor, melibatkan aspek biologis, ekonomi, sosial, dan psikologis,” katanya.

Respons seseorang saat ditagih utang juga dipengaruhi oleh siapa yang menagih. Jika teman atau orang dekat, reaksi yang muncul sering berupa rasa malu dan tersinggung karena harga diri dan hubungan sosial ikut terancam.

Sementara itu, jika yang menagih adalah debt collector, situasi lebih sering dipersepsikan sebagai ancaman, sehingga memicu stres akut dan respons bertahan seperti emosi tinggi atau agresi verbal.

“Meski sama-sama tampak galak, keduanya bukan tanda gangguan jiwa,” tandasnya.

Terkait cara menyikapi kondisi tersebut, dr Riati menyarankan agar orang yang menghadapi individu galak saat ditagih utang tidak langsung melawan atau menekan.

“Biasanya mereka bukan ingin mencari keributan, tetapi sedang tertekan dan kewalahan. Pendekatan yang lebih baik adalah menenangkan situasi, berbicara dengan nada pelan, tidak menyudutkan, dan mengajak mencari solusi bersama,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan yang tenang dapat membantu menurunkan emosi sehingga pembicaraan menjadi lebih rasional.

“Intinya, orang yang galak saat ditagih utang bukan perlu dimarahi, tetapi ditenangkan dan diajak mencari jalan keluar agar masalah tidak semakin besar,” tutupnya. []

Sumber: ipb.ac.id

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU