Studi: Risiko Kanker Kepala dan Leher Bisa Diturunkan dengan Rutin Ngopi-Ngeteh

“Kebiasaan minum kopi dan teh cukup kompleks dan temuan ini mendukung perlunya lebih banyak data dan penelitian lebih lanjut mengenai dampak kopi dan teh dalam mengurangi risiko kanker,” sambungnya.

Meskipun ada kemungkinan bahwa berbagai antioksidan dan senyawa lain dalam kopi dan teh dengan sifat anti-kanker dapat berperan dalam mengurangi risiko kanker kepala dan leher, ada kemungkinan juga bahwa orang yang mengonsumsi minuman tersebut memiliki kebiasaan lain yang memengaruhi risiko mereka.

“Misalnya, mungkin saja orang yang minum kopi di waktu senggang lebih menyukai kopi daripada minuman beralkohol, dan sebaliknya,” kata Luís Monteiro, seorang profesor madya kedokteran dan bedah mulut di Institut Ilmu Kesehatan Universitas di Oporto, Portugal, yang tidak terlibat dalam penelitian baru tersebut.

Satu minuman beralkohol dapat memicu minuman beralkohol lainnya, atau dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Minum dan merokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar untuk kanker kepala dan leher.

Orang yang mencoba mengurangi risiko harus fokus pada pengurangan asupan alkohol dan berhenti merokok. Mereka juga harus mendapatkan vaksinasi untuk melindungi diri dari human papillomavirus (HPV), infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan kanker kepala dan leher.

“Indikasi konsumsi kopi dan teh sebagai tindakan pencegahan untuk menghindari kanker kepala dan leher, menurut saya, untuk saat ini masih belum jelas,” kata Monteiro.

“Namun, saya yakin bahwa, dalam waktu dekat, ini dapat dimasukkan dalam indikasi pencegahan kami,” katanya. [ANTARA]

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU