Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 mengungkapkan, hampir 10 juta penduduk Indonesia generasi Z berusia 15-24 tahun menganggur atau tanpa kegiatan.
Sebanyak 369.500 orang berusia 15-29 tahun juga putus asa mencari pekerjaan (hopeless of job).
Pemecatan hubungan kerja (PHK) juga masif terjadi. Tahun lalu, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat ada 80.000 orang yang terkena PHK.
Hendri mengatakan deindustrialisasi prematur menjadi salah satu penyebabnya.
“Kalau kita melihat geliat ekonomi di daerah-daerah semakin terkonsentrasi. Ada pertumbuhan ekonomi, tapi jauh dari mereka [anak muda] dan tidak semua anak muda di Indonesia itu berpendidikan tinggi,” kata Hendri.
Tekanan ekonomi juga terlihat dari data lainnya yang menunjukkan penurunan jumlah kelas menengah di Indonesia dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 47,85 juta orang pada 2024.
Sebaliknya kelas menengah yang rentan atau calon kelas menengah justru bertambah dari 128,85 juta orang pada 2019 menjadi 137,5 juta pada 2024. Sebanyak 25,22 juta orang Indonesia juga masih hidup dalam kemiskinan.
Di luar isu pengangguran dan ekonomi, survei juga menunjukkan bahwa lebih dari 90% anak muda Indonesia prihatin terhadap isu korupsi dan penegakan hukum. []
Sumber: BBC News Indonesia







