Warga Palestina Rayakan Gelar Juara Dunia Spanyol

Pesan terima kasih untuk Spanyol

Jurnalis Palestina Alaa Rimawi menilai final Piala Dunia berubah menjadi peristiwa yang juga memiliki dimensi politik.

“Kekalahan yang diinginkan Israel: Mengapa Spanyol menjadi lawan di final Piala Dunia?” tulis Rimawi.

Ia mengatakan sejumlah media dan pejabat Israel berharap Spanyol kalah karena kritik Madrid terhadap perang Israel di Gaza.

Rimawi juga menyebut seorang rabi Israel mengaku “berdoa agar Spanyol kalah” karena negara tersebut masih memiliki makna historis tertentu dalam ingatan masyarakat Yahudi.

Akademisi Palestina Nidal Amro menulis di media sosial, “Ketika kebahagiaan yang begitu besar bertemu dengan kesedihan yang mendalam dalam satu waktu… Selamat Spanyol… Selamat Palestina.”

Perayaan tersebut berlangsung di tengah berlanjutnya dukungan Spanyol terhadap Palestina.

Pada 30 April, Perdana Menteri Pedro Sanchez menyerukan agar Uni Eropa segera menangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel.

Pada Januari, Spanyol juga berjanji meningkatkan bantuan pembangunan untuk Palestina menjadi 75 juta euro selama dua tahun ke depan serta mendorong dukungan internasional bagi Koalisi Darurat untuk Keberlanjutan Keuangan Pemerintah Palestina.

Pada Mei 2024, Spanyol secara resmi mengakui Negara Palestina, yang memicu kemarahan Tel Aviv.

Krisis semakin meningkat pada 2025 setelah Madrid memberlakukan sejumlah langkah terhadap Israel, termasuk larangan ekspor senjata, pembatasan pengiriman militer melalui wilayah Spanyol, pembatasan transaksi dengan permukiman Israel, serta penarikan duta besarnya dari Israel.

“Dari Palestina untuk Spanyol… Kami mendukung mereka yang berdiri bersama kami, membela kami, dan mengibarkan bendera kami dengan bangga,” tulis pengusaha Palestina Bashar Masri.[]

Sumber: Anadolu Agency

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU