Washington (NGABARIN) – Setelah dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47, Donald Trump langsung menandatangani perintah eksekutif untuk menarik negaranya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“WHO menipu kita. Semua orang menipu Amerika Serikat dan itu sudah cukup. Hal ini tidak akan terjadi lagi,” kata Trump kepada wartawan saat menandatangani perintah eksekutif setelah kembali ke Ruang Oval, Senin (20/01/2025).
Trump dilantik untuk masa jabatan kedua yang menandai perubahan besar dalam pemerintahan Amerika Serikat yang secara luas diperkirakan akan mengguncang seluruh masyarakat Amerika dan dunia.
Trump mengatakan bahwa AS membayar 500 juta dolar AS (sekitar Rp8,15 triliun) kepada badan PBB tersebut.
“Rasanya agak tidak adil bagi saya, meskipun itu bukan alasannya, tetapi saya memutuskan untuk keluar… China membayar 39 juta dolar AS (sekitar Rp6356 miliar) dan kami membayar 500 juta dolar AS, padahal China adalah negara yang lebih besar,” ujarnya.
Presiden AS tersebut juga menyatakan bahwa negaranya akan menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris 2016 karena menganggap perjanjian tersebut tidak adil dan berat sebelah.
“Saya segera menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris yang tidak adil dan berat sebelah ini,” kata Trump.
Trump pun menandatangani perintah eksekutif untuk secara resmi menarik diri dari perjanjian tersebut.
“Langkah berikutnya adalah penarikan dari Perjanjian Iklim Paris. Kita akan menghemat lebih dari satu triliun dolar dengan menarik diri dari perjanjian itu,” kata seorang pembawa acara selama upacara.
Perjanjian Paris tentang perubahan iklim diadopsi pada tahun 2015 oleh 195 anggota Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim.
Tujuannya adalah untuk membatasi peningkatan suhu rata-rata global hingga jauh di bawah 2 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri, dan sebaiknya mendekati 1,5 derajat Celcius.







