Dusta menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti bohong atau berkata tidak benar. Dalam istilah lain, dusta adalah menyampaikan berita yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebut kata-kata dusta itu dalam sejumlah ayat di antaranya:
“Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.” (QS. Ghafir [40]: 28)
“Kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.” (QS. Ali Imran [3]: 61)
“Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta.” (QS. Adz-Dzáriyat [51]: 10)
Menegaskan tentang haramnya berdusta, Rasulullah Saw menyampaikan dalam banyak hadits, di antaranya:
“Sesungguhnya dusta itu mengantarkan kepada kekejian dan kekejian itu mengantarkan ke neraka. Tidaklah seseorang terus berdusta hingga ia ditetapkan sebagai pendusta di sisi Allah.” (HR Bukhari, Muslim)
“Tanda-tanda orang munafik ada tiga, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanah ia berkhianat,” (HR Bukhari, Muslim)
“Cukuplah seseorang dinyatakan berdosa bila ia menyampaikan semua yang ia dengar.” (HR Muslim)
“Orang yang berpura-pura kenyang dengan apa yang belum diberikan, adalah seperti orang yang memakai baju palsu.” (HR Bukhari, Muslim)
“Jauhilah prasangka karena sesungguhnya prasangka adalah perkataan yang paling dusta.” (Muttafaq Alaih)
“Ada tiga golongan yang tidak diajak bicara oleh Allah.” Hadits. Di antaranya adalah, “Raja pendusta.” (HR Bukhari, Muslim).







