Saat Ditagih Utang Orang Jadi Lebih Galak, Apa Penyebabnya?

Jakarta (Ngabarin) – Fakta secara umum membuktikan, seseorang cenderung menjadi lebih galak atau agresif saat ditagih utang. Mengapa bisa seperti itu?

Dokter Riati Sri Hartini, SpKj, seorang psikiater yang juga dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University mengungkapkan alasan psikologis dan biologis di balik kondisi ini.

Menurut dr Riati, respons tersebut berkaitan erat dengan stres finansial dan ancaman terhadap harga diri.

“Dari sisi psikologis dan neurosains, penagihan utang dapat memicu tekanan berat yang mengikis kemampuan seseorang dalam mengelola emosi. Stres finansial dan rasa terancam pada harga diri membuat kemampuan koping dan kontrol emosi menurun,” ujar dr. Riati seperti dilansir situs resmi IPB University, ipb.ac.id, dikutip Rabu (04/02/2026).

Secara biologis, kata dr. Riati, tekanan tersebut mengaktifkan amigdala—bagian otak yang berperan sebagai pusat deteksi ancaman—sekaligus melemahkan fungsi prefrontal cortex yang bertanggung jawab terhadap penilaian rasional dan regulasi emosi.

“Kondisi ini membuat otak masuk ke mode fight or flight, sehingga respons yang muncul cenderung defensif dan agresif, bukan reflektif,” ucap dr Riati.

Dengan demikian, katanya, perilaku galak saat ditagih utang bukan semata-mata persoalan sikap. “Itu adalah respons psikologis-biologis terhadap stres, rasa malu, dan ancaman identitas diri dalam kondisi finansial yang tertekan,” jelasnya.

Bukan Gangguan Kejiwaan

Meski begitu, dr Riati menegaskan reaksi galak tersebut tidak serta-merta menandakan gangguan kejiwaan. Dalam banyak kasus, itu adalah reaksi wajar saat seseorang sedang tertekan.

“Masalah keuangan membuat tubuh dan pikiran berada dalam kondisi stres. Ketika ditagih, perasaan malu, takut, dan terpojok bisa muncul bersamaan, sehingga orang bereaksi dengan emosi tinggi. Ini lebih mirip refleks orang yang kaget, bukan karena sakit jiwa,” katanya.

Selama kemarahan hanya muncul pada situasi tertentu, misalnya saat ditagih utang, dan tidak terjadi terus-menerus, hal tersebut masih termasuk reaksi stres yang normal.

Namun, dr Riati mengingatkan, kondisi perlu diwaspadai apabila kemarahan sering muncul di berbagai situasi, sulit dikendalikan hingga menyakiti orang lain, mengganggu pekerjaan atau hubungan sosial, serta disertai keluhan lain seperti gangguan tidur berat, rasa putus asa berkepanjangan, atau perilaku berisiko.

Dokter Riati mengategorikan galak saat ditagih utang sebagai respons stres akut (acute stress response), yaitu reaksi normal tubuh dan otak saat menghadapi tekanan berat atau ancaman mendadak. Respons serupa juga dapat muncul ketika seseorang merasa terancam secara psikologis, mengalami frustasi karena tujuan terhalang, menghadapi stres mendadak yang tidak terduga, berada dalam konflik interpersonal intens, atau saat kondisi fisik dan emosional tidak fit akibat kelelahan dan kurang tidur.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU