Di Jepang Ada Perusahaan Konstruksi Berusia 14 Abad, Sezaman dengan Masa Nabi Muhammad Masih Berdagang

Jakarta (Ngabarin.net) – Wirausaha bukanlah hal baru sebab aktivitas ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Meskipun kini perusahaan menjadi instrumen utama penggerak ekonomi modern, praktik bisnis ini sebenarnya telah eksis sejak zaman Nabi.

Seperti diketahui, Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki banyak perusahaan berusia ratusan tahun. Salah satu entitas bisnis tertua di dunia tidak ditemukan di wilayah Arab, melainkan berlokasi di Osaka, Jepang.

Perusahaan itu bernama Kongo Gumi, sebuah unit usaha di bidang konstruksi. Dengan sejarah operasional yang mencapai lebih dari 14 abad, Kongo Gumi tercatat sebagai salah satu perusahaan tertua yang pernah ada di dunia.

Selama lebih dari 1.400 tahun, Kongō Gumi telah melewati badai, menavigasi pasang surut yang berubah, dan tetap menjadi mercusuar serta bukti kekuatan abadi dari tradisi dan inovasi.

Awalnya didirikan sebagai perusahaan konstruksi yang mengkhususkan diri dalam pembangunan kuil Buddha, Kongō Gumi memulai berkembang menjadi perusahaan konstruksi.

Beragam kuil megah sudah dibangun termasuk komplek kuil di Hōryū-ji (607 M) dan Koyasan (816 M), sertaIstana Osaka (1583 M).

Perusahaan Kongo Gumi didirikan oleh keluarga perajin kayu asal Korea yang datang ke Jepang untuk membantu pembangunan kuil Shitenno-ji, salah satu kuil Buddha tertua di Jepang. Perusahaan ini berdiri pada 578 Masehi atau lebih dari 1448 tahun lalu.

Menandai Dominasi Buddhisme

Pendirian Kongō Gumi bertepatan dengan berdirinya Buddhisme sebagai agama dominan di Jepang selama periode Asuka (592-710 M). Periode ini meningkatkan permintaan pembangunan kuil.

Pada periode ini, di Mekkah, Arab Saudi, seorang calon Rasul bernama Muhammad diperkirakan masih berusia delapan tahun. Diperkirakan Kongo Gumi sudah mulai beroperasi saat Nabi Muhammad berusia tujuh atau delapan tahun. Artinya, perusahaan Kongo Gumi memulai bisnis bersamaan dengan masa kecil Nabi Muhammad saw.

Perlu diketahui, Kongo Gumi memang memposisikan bisnisnya sebagai spesialis konstruksi bangunan religius.

Model bisnis ini kemudian bertahan selama berabad-abad, hingga Nabi Muhammad saw menerima wahyu, hijrah ke Madinah, wafat hingga Islam menjadi salah satu agama dengan pengikut terbesar di dunia. Bisnis ini juga menyaksikan era feodal, restorasi Meiji, perang dunia, hingga ekonomi modern.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU