Jakarta (Ngabarin.net) — Secangkir kopi pada pagi hari dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sekaligus berpotensi mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang. Demikian laporan yang dirilis oleh Eating Well pada Selasa (25/8) waktu setempat.
Kandungan kafein dan polifenol di dalam kopi disebut dapat membantu meningkatkan konsentrasi. Nutrisi tersebut juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Ahli gizi Talia Follador, RDN, LDN, menjelaskan bahwa kafein bekerja dengan cara menghambat adenosin, yaitu senyawa dalam otak yang mendorong rasa kantuk.
Satu cangkir kopi seduh berukuran sekitar 237 mililiter mengandung rata-rata 96 miligram kafein. Penelitian menunjukkan konsumsi satu hingga dua cangkir kopi, atau setara dengan 200 miligram kafein, dapat membantu meningkatkan waktu reaksi dan akurasi pada orang dewasa yang sehat.
Namun, konsumsi kafein dalam jumlah lebih tinggi tidak selalu memberikan manfaat tambahan. Dosis 300 miligram atau lebih justru menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan dapat meningkatkan rasa gelisah serta memicu gemetar pada tubuh.
Ahli gizi Caitlin Beale, M.S., RDN, menambahkan bahwa kopi kaya akan antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan pada otak. Selain itu, kopi juga berperan dalam mendukung kelancaran aliran darah ke otak.
Sebuah penelitian populasi berskala besar yang dikutip Eating Well menemukan bahwa peminum kopi harian memiliki risiko demensia terkait Alzheimer 34 persen lebih rendah. Sementara itu, risiko penyakit Parkinson tercatat 37 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi. Manfaat tersebut dapat diperoleh secara optimal melalui konsumsi kopi berkafein tanpa tambahan gula.
Follador juga menyampaikan bahwa konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi berkafein per hari dikaitkan dengan penurunan risiko demensia dan hasil kognitif yang lebih baik.
Meski demikian, hubungan tersebut tidak membuktikan bahwa kopi secara otomatis dapat mencegah demensia atau penurunan fungsi kognitif. Penelitian jangka panjang terhadap lebih dari 130.000 orang selama 43 tahun menemukan bahwa kelompok dengan konsumsi kafein kopi tertinggi memiliki risiko demensia 18 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang sedikit atau tidak mengonsumsi kafein.
Ahli gizi Johannah Katz, M.A., RD, menyarankan agar konsumsi kopi dilakukan pada pagi atau awal siang hari. Waktu minum ini bertujuan agar kafein membantu meningkatkan kewaspadaan tanpa mengganggu kualitas tidur malam. Ia juga menyarankan untuk memberi jeda sekitar sembilan jam antara waktu minum kopi terakhir dan waktu tidur.
Katz memaparkan bahwa setiap orang memiliki tingkat toleransi kafein yang berbeda-beda. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan batas konsumsi kafein tidak lebih dari 400 miligram per hari bagi orang dewasa, meskipun jumlah tersebut belum tentu cocok untuk semua orang.







