Pemuda dikenal memiliki kreativitas, suka berinovasi, bersemangat tinggi tentu memiliki segudang potensi dalam melakukan perubahan untuk masa depan yang lebih baik. Namun dengan arus moderasi akankah pemuda bisa menjadi agen perubahan hakiki?
Banyaknya kasus-kasus kenakalan remaja di luar sana seperti free sex, narkoba, mabuk minuman keras, tawuran dan lain sebagainya, apakah moderasi beragama bisa memberikan solusi itu semua?
Pun pada masalah-masalah ekonomi, politik, pendidikan, sosial dan lain sebagainya apakah moderasi beragama bisa memberikan solusinya?
Jika kita perhatikan pengarusderasan moderasi beragama belum terindikasi mampu menyelesaikan masalah-masalah sistemis yang terjadi saat ini.
Agenda moderasi beragama hanyalah agenda yang hanya akan mengalihan pada akar masalah sesungguhnya.
Solusi kerukunan antarumat beragama pun bukan dengan moderasi beragama karena selama sistem yang diterapkan masih dengan sistem demokrasi sekuler inilah yang menjadi akar masalah ketimpangan, konflik dan kesenjangan diberbagai lapisan masyarakat.
Bagi pemuda muslim seharusnya memahami potensinya untuk melakukan perubahan dengan spirit dakwah Islam, dengan mendedikasikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk perjuangan pada Islam Kafah. Karena hanya dengan solusi Islamlah yang akan membawa keberkahan dalam berkehidupan.[]
Hernani Sulistianingsih, Founder Share Kajian Muslimah, tinggal di Yogyakarta.







