Pola itu dimulai sejak dini, dengan sekitar separuh anak melaporkan penggunaan ponsel yang sangat adiktif sejak dimulainya studi ini dan terus meningkat hingga awal masa remaja.
Terkait media sosial, sekitar 40 persen anak menunjukkan pola penggunaan yang tinggi atau semakin adiktif. Penelitian ini mengungkap perbedaan mencolok dalam hal kesehatan mental.
Penggunaan gim video yang sangat adiktif menunjukkan perbedaan relatif terbesar dalam hal gejala internalisasi, sementara kecanduan media sosial yang kian meningkat berkorelasi dengan masalah perilaku eksternalisasi yang paling signifikan.
Anak-anak dengan penggunaan media sosial yang sangat adiktif menghadapi risiko dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi untuk melakukan bunuh diri. Selain itu, krisis ini tidak hanya terjadi pada kasus-kasus individual saja. Menurut Youth Risk Behavior Survey 2023 yang dilakukan Pusat
Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention) AS, satu dari lima siswa SMA di AS secara serius mempertimbangkan untuk melakukan upaya bunuh diri, demikian warta Xinhua.[]
Sumber: Xinhua







