Bersegera kepada Ampunan Allah SWT

Berhijrah, berjihad, maupun menolong orang-orang yang berhijrah juga merupakan amalan yang mengantar kepada ampunan. Allah SWT berfirman:

Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia. (QS. Al Anfal [08]: 74).

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS. Ash Shaf [61]: 10-12).

Dan bertobat serta mohon ampun kepada Allah jelas mengantar kepada ampunan-Nya. Allah SWT berfirman:

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (QS. Ali Imran [03]: 135-136).

Demikian juga dalam sejumlah hadits disebutkan bahwa amal-amal saleh mengantarkan kepada pahala. Misalnya, sholat setelah wudlu mengantarkan kepada ampunan Allah SWT. Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:

Tidaklah seseorang berwudlu dengan baik lalu shalat, melainkan diampuni dosanya antara shalatnya itu dengan sholat lain hingga dia shalat.” (HR. Imam Malik dalam al Muwattha’ Juz I/79).

Demikian juga shaum Ramadhan. Rasulullah Saw bersabda: ”Siapa saja yang shaum Ramadhan atas dasar iman dan kesungguhan, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dalam Sahih Bukhari Juz I/67).

Mendirikan ibadah pada malam Ramadhan juga mengantar kepada ampunan. Rasulullah Saw bersabda:

”Siapa saja yang mendirikan ibadah di malam hari bulan Ramadhan dengan dasar iman dan penuh kesungguhan, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dalam Sahih Bukhari Juz I/65).

Demikian juga melaksanakan ibadah haji sebagaimana sabda Rasulullah Saw: “Siapa saja yang melaksanakan haji lalu tidakberbuat rafats (hubungan suami istri saat ihram) dan tidak berbuat fasik, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Tirmidzi dalam Sunan at Tirmidzi Juz 3/309).

Jelaslah bahwa dari makna ayat dalam penakwilan para mufassirin maupun penjelasan dari ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Saw di atas bahwa bersegera kepada ampunan Allah SWT itu bukan semata-mata bertobat dan beristighfar, tapi lebih luas dari itu adalah melaksanakan segala ketaatan kepada Allah SWT dalam bentuk berbagai amal saleh.

Kreativitas kita sebagai umat Nabi Muhammad Saw ditantang untuk memunculkan berbagai bentuk aktivitas yang tak henti-hentinya dan tak bosan-bosannya merangkai berbagai bentuk amal saleh yang sudah ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw. Wallahua’lam! [SI-MAK]

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU