Di Sisi Allah para Musuh Terkumpul

Diceritakan sesungguhnya Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi menahan seorang laki-laki secara zalim di tahanannya. Orang itu lalu menulis surat kepada Al-Hajjaj yang isinya, “Sudah beberapa hari aku menderita di sana, dan kamu bersenang-senang di sini. Kelak kita pasti akan bertemu pada hari Kiamat. Tahanan sejati adalah Jahannam. Dan seorang hakim tidak perlu bukti.”

Lalu pada bagian akhir surat ia menulis, “Kamu akan tahu, wahai orang yang suka menyakiti bahwa kita pasti akan bertemu di sisi Allah, siapa sebenarnya yang teraniaya. Demi Allah, kezaliman memang menyakitkan dan orang yang dizalimi selalu yang dicerca Manusia akan kehilangan kenikmatan yang selalu mereka pelihara karena ia pasti akan kembali kepada Allah di hari Kiamat nanti Dan di sisi Allah lah berkumpul orang-orang yang suka memusuhi.” (Nihayat Al-Zhalimin, III/74)

Diceritakan oleh Jabir; Ketika orang-orang yang hijrah ke Ethiopia kembali kepada Rasulullah, beliau bersabda, “Coba kalian ceritakan kepadaku keajaiban-keajaiban yang pernah kalian lihat di negeri Ethiopia.”

Seorang dari mereka berkata, “Baik, Rasulullah. Suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk, kami melihat seorang pendeta perempuan yang sudah sangat tua dengan membawa tempayan berisi air di atas kepalanya. Dan ketika ia sedang melewati kerumunan orang di sudut jalan, tiba-tiba seorang anak muda dari mereka memegang sebelah pundaknya sambil mendorongnya, sehingga ia terjatuh dan tempayan yang dibawanya pun pecah berantakan. Sambil berusaha bangun wanita itu berkata, ‘Kamu akan tahu, hai penipu, saat nanti Allah sudah bertahta di Kursi, semua makhluk dikumpulkan, dan tangan serta kaki mereka akan menjadi saksi atas apa yang telah mereka kerjakan sewaktu di dunia. Kelak kamu akan tahu kelanjutan urusan kita ini.'”

Mendengar itu Rasulullah Saw bersabda, “Wanita itu benar. Wanita itu benar. Bagaimana Allah berkenan memberkahi suatu umat yang orang-orang kuat mereka harus dihukum karena menzalimi yang lemah?” (HR Ibnu Majah). []

Sumber: Sa’ad Yusuf Abu Aziz. Kisah Akhir Hayat Orang-Orang Zalim (terjemahan). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2024.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU