Ibnu Al-Buthriq dalam kitabnya “Tarikh Al-Bithriq” mengatakan, “Seorang diktator telah melakukan tindakan-tindakan kejam yang sebelumnya tidak pernah terdengar dalam Islam. Diceritakan oleh seseorang; Ketika selesai shalat di masjid Jami’ Al-Manshur di Baghdad, aku melihat seseorang memakai jubah berwarna mencolok dan bentuknya cukup aneh. Ia berkata, “Hai manusia, bersedekahlah atas namaku. Kemarin aku memang pemimpin bagi orang-orang beriman. Tetapi sekarang aku adalah orang miskin kaum muslimin.”
Ketika aku bertanya kepada seseorang tentang orang itu, dijawab bahwa ia adalah orang yang berani sombong kepada Allah.
Kisah ini mengandung pelajaran sangat besar. Kita berlindung kepada Allah dari murka-Nya, dan dari kemusnahan nikmat-Nya. Orang sombong tadi telah berkuasa selama enam tahun, enam bulan, dan tujuh hari. Ia terkenal sadis, dan suka meminum khamar. Ia selalu membawa pedang di tangannya, dan siapa yang terkena oleh senjata itu pasti mati. Dan seandainya tidak ada perlindungan atau keselamatan dari Allah, niscaya orang-orang akan binasa.”
Seorang penyair mengatakan,
"Sedapat mungkin, janganlah kamu berbuat zalim
karena ia akan berakibat pada penyesalan
Saat sepasang matamu sedang tidur lelap
orang yang kamu zalim itu masih terjaga
Tengah berdoa supaya kamu celaka
sementara mata Allah tidak akan pernah tidur."
Peringatan Keras terhadap Orang-orang yang zalim
Diriwayatkan oleh Hisyam bin Hakim bin Hizam ra sesungguhnya suatu hari ia melewati beberapa orang dusun tengah dipanggang di bawah terik matahari. Kepala mereka diguyur minyak. Hisyam bertanya kepada seseorang, “Apa ini?”
Dan dijawab, “Mereka disiksa karena tidak mau membayar upeti.” Dalam suatu riwayat disebutkan, mereka ditahan karena tidak membayar pajak.
Hisyam berkata, “Aku berani bersaksi pernah mendengar Rasulullah bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يُعَذِّبُ الَّذِينَ يُعَذِّبُوْنَ النَّاسَ فِي الدُّنْيَا
“Sesungguhnya Allah akan menyiksa orang yang menyiksa manusia di dunia.” (HR Muslim)
Hisyam kemudian menemui pemimpin di situ. Setelah melobinya akhirnya mereka dilepaskan.[]
Sumber: Sa’ad Yusuf Abu Aziz. Kisah Akhir Hayat Orang-Orang Zalim (terjemahan). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2024.







