Berusia 70 Tahun, Yusril Luncurkan Delapan Buku Sekaligus

  1. Pemikiran Politik Yusril Ihza Mahendra: Islam, Negara, dan Demokrasi (Dr. Herdito Sandi Pratama, 322 halaman).

Buku ini menelusuri konsistensi pemikiran politik Yusril dari masa ke masa, terutama dalam memperjuangkan aspirasi politik Islam melalui jalur hukum dan demokrasi, tanpa mengorbankan prinsip negara kebangsaan.

  1. Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Keadilan yang Memulihkan (Ahmadie Thaha, 460 halaman).

Buku ini menempatkan hukum bukan semata sebagai instrumen penghukuman, melainkan sebagai sarana memulihkan relasi sosial, martabat manusia, dan rasa keadilan publik.

  1. The Landmark Cases of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra (Prof. Dr. Fitra Arsil & Dr. Qurrata Ayuni, 540 halaman)

Buku ini mendokumentasikan perkara-perkara konstitusional penting yang pernah melibatkan Yusril. Melalui kasus-kasus tersebut, pembaca diajak memahami bagaimana argumentasi hukum dapat mengubah tafsir undang-undang dan memengaruhi arah perkembangan hukum tata negara Indonesia.

  1. Lebih Dekat dengan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Pandangan Tokoh dan Sahabat (Randy Bagasyudha dkk, 112 halaman).

Kesaksian para sahabat dan tokoh menghadirkan potret tentang konsistensi, keberanian, dan kesetiaan.

  1. Di Mana Bumi Dipijak: Novel Biografis (Andre Syahreza, 188 halaman).

Dengan pendekatan sastra, novel ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan hidup Yusril sebagai manusia-dari kampung pesisir di Belitung hingga pusat kekuasaan negara.[]

Sumber: ANTARA

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU