Bukan Sekadar Hobi, Baca Buku Terbukti Redakan Stres dan Perlambat Penuaan Otak

Perubahan Fisik Otak dan Dampak Sosial

Hasil pencitraan otak mengonfirmasi manfaat fisik dari membaca. Lansia yang memiliki riwayat membaca lebih tinggi sepanjang hidupnya menunjukkan jaringan yang lebih tebal pada area otak yang mengatur pemrosesan bahasa.

Dalam satu studi pencitraan, lansia yang rutin membaca fiksi menunjukkan aktivitas berbeda pada jaringan otak yang berkaitan dengan kognisi sosial, yakni kemampuan memahami sudut pandang orang lain.

Studi lainnya mengemukakan bahwa membaca turut membawa dampak positif bagi kehidupan sosial seseorang.

Khusus bagi lansia, bergabung dengan klub buku atau kelompok membaca menawarkan manfaat yang tidak didapatkan saat membaca sendirian. Tinjauan terhadap beberapa studi membaca bersama menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan hidup serta penurunan rasa kesepian dan isolasi sosial.

Meskipun riset ini berfokus pada orang dewasa, editorial tersebut menegaskan bahwa kebiasaan membaca sejak dini pada masa kanak-kanak memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan otak dan kesehatan mental hingga usia remaja.[]

Sumber: ANTARA

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU