Kemudian dalam pengukuran pengembangan software yang melibatkan masalah nyata di GitHub yang diukur dengan SWE Multilingual, V3.2 tercatat mampu menyelesaikan 70,2 persen masalah.
Pencapaian ini membuatnya unggul dari GPT-5 yang hanya 55,3 persen. Performa V3.2 yang mencapai 46,4 persen di Terminal Bench 2.0 juga unggul dari GPT-5 dengan skor 35,2 persen.
Meski demikian, Gemini 3 Pro masih lebih unggul dengan skor 54,2 persen. Lampaui Gemini 3 Pro Walau versi regulernya berada di belakang Gemini 3 Pro, DeepSeek V3.2 Speciale mampu melampaui model AI Google tersebut.
Model AI versi eksperimen ini juga meraih medali emas di Olimpiade Informatika Internasional 2025 dengan menempati peringkat ke-10 dan meraih peringkat kedua di ICPC World Final 2025.
DeepSeek V3.2 Speciale juga meraih medali emas di Olimpiade Matematika Internasional 2025 dengan mengintegrasikan komponen dari DeepSeek Math V2.
DeepSeek V3.2 Speciale unggul dari Gemini 3 Pro dalam hal performa, berkat penggunaan token yang jauh lebih banyak. Model AI ini memecahkan masalah Codeforces dengan rata-rata token 77.000, lebih banyak dari 22.000 milik Gemini.
Kendati demikian, pihak DeepSeek mengaku model AI terbarunya masih tertinggal dalam tiga hal, yakni keluasan pengetahuan, efisiensi token serta kinerja pada tugas-tugas yang sangat kompleks. Startup AI ini berencana mengatasi kekurangan itu melalui pelatihan awal yang lebih banyak.
Adapun DeepSeek V3.2 sudah tersedia dengan lisensi Apache 2.0 di Hugging Face atau melalui API, dihimpun KompasTekno dari The Decoder.[]
sumber: kompas.com







