Delapan Taipan Dipanggil ke Istana, Waketum MUI: Rakyat yang Butuh Keadilan Kapan Dipanggil?

Jakarta (NGABARIN) – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Dr. Anwar Abbas mempertanyakan sikap Presiden Prabowo Subianto yang memanggil para taipan ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Dia mengkhawatirkan pertemuan kepala negara dengan para konglomerat tersebut.

Buya Anwar beralasan, dari sejumlah konglomerat yang dipanggil itu beberapa di antaranya tengah disorot karena tersangkut skandal. Misalnya, Sugianto Kusuma alias Aguan yang ikut berperan dalam sejumlah pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah seperti Swissotel Nusantara dan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.

Buya Anwar menduga isu-isu semacam itu tak luput dari pembahasan dalam pertemuan dengan presiden.

“Di sinilah dikhawatirkan adanya ketidakseimbangan informasi yang diterima oleh Presiden,” kata Buya Anwar melalui keterangan tertulis, Sabtu, 8 Maret 2025.

Baca juga: Prabowo Gemar Menyakiti Hati Rakyat?

Padahal, ujar dia, masyarakat kerap menjadi korban dari kebijakan atau proyek pemerintah yang melibatkan para konglomerat itu. Dia meminta agar Prabowo juga memanggil dan menerima masyarakat, terutama yang dirugikan dan sedang mencari keadilan.

“Hal ini perlu dilakukan agar jangan sampai terkesan presiden hanya mendengar keluhan dari para taipan,” ucapnya.

Ketua PP Muhammadiyah itu mengatakan, perekonomian Indonesia tak hanya dipengaruhi oleh kegiatan para konglomerat tersebut. Menurut dia, masyarakat juga memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi Tanah Air.

“Menerima para konglomerat saja, tanpa menerima perwakilan masyarakat yang menjadi korban tindakan mereka, jelas kurang elok,” ucapnya.

Sebelumnya, Prabowo bolak-balik memanggil para taipan dan konglomerat ke Istana Kepresidenan, Jakarta pada 6 dan 7 Maret 2025. Mereka yang diminta datang pada Kamis, 6 Maret di antaranya Anthony Salim, Sugianto Kusuma, Prajogo Pangestu, Boy Thohir, Franky Oesman Widjaja, Dato Sri Tahir, James Riady, dan Tomy Winata.

“Pada kesempatan tersebut, Presiden berdiskusi mengenai perkembangan terkini di Tanah Air dan dunia global, serta program-program utama yang tengah dijalankan oleh pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis, infrastruktur, industri tekstil, swasembada pangan dan energi, industrialisasi, hingga Badan Pengelola Investasi Danantara,” tulis akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Sementara, para konglomerat yang diundang ke Istana Kepresidenan pada Jumat, 7 Maret kemarin ialah Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Sugianto Kusuma (Aguan), Anthony Salim, Boy Thohir, Anindya Bakrie, Chairul Tanjung (CT), James Riady, Hilmi Panigoro. Lalu ada juga Franky Oesman Widjaja, Prajogo Pangestu, dan Tomy Winata.

Dalam pertemuan itu, sejumlah pengawas dan pengurus Danantara juga hadir. Salah satu dewan pengawas itu, yakni investor kawakan Amerika Serikat Ray Dalio. Hadir pula Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara Erick Thohir dan Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani.[]

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU