Abu Sufyan terus melobi orang-orang dekat Rasulullah sampai Abu Bakar, Umar, dan Ali bin Abi Thalib, agar melobi Rasulullah untuk mengurungkan niat menyerang Mekah. Mereka semua tidak bisa memberikan solusi bagi Abu Sufyan. Ia pun pulang ke Mekah dan membawa kabar genting bahwa Muhammad akan menyerang Mekah.
Setelah sepuluh hari lebih bulan Ramadhan tahun 8 H, Rasulullah berangkat ke Mekah bersama 10.000 orang sahabat. Tidak ada satu pun orang Quraisy yang mengetahui keberangkatan beliau dan pasukannya menuju Mekah. Seluruh pasukan Islam memasuki Mekah melalui jalur-jalur yang telah direncanakan sebelumnya, penduduk Mekah pun sangat terkejut dengan kedatangan kaum muslimin. Mereka yang sudah takut sebelumnya, semakin Allah tambahkan rasa takut di dalam hati mereka.
Akhirnya Mekah pun ditaklukkan, Rasulullah dan para sahabat Muhajirin memasuki kampung halaman mereka yang telah lama mereka tinggalkan.
Nabi Saw diizinkan Allah untuk berperang di Mekah hanya pada hari penaklukan kota Mekah dari sejak terbit matahari hingga ashar. Beliau tinggal di Mekah selama sembilan hari dengan selalu mengqashar shalat dan tidak berpuasa Ramadhan di sisa hari bulan Ramadhan. Sejak saat itulah, Mekah menjadi negeri Islam, sehingga tidak ada lagi hijrah dari Mekah menuju Madinah.
Demikianlah kemenangan yang sangat nyata bagi kaum muslimin. Telah sempurna pertolongan Allah. Suku-suku arab berbondong-bondong masuk Islam. Demikianlah karunia besar yang Allah berikan. []







