Srinivasan menilai bahwa penurunan biaya produksi film berbasis AI membuka peluang besar bagi bahasa minoritas. Inovasi ini memungkinkan komunitas lokal memproduksi konten yang berakar pada kebudayaan mereka.
“Anda dapat memiliki konten berbahasa Kazakh secara mandiri,” ungkap Srinivasan. Perkembangan ini membuktikan bahwa dominasi industri perfilman Hollywood tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan.[]
Sumber: Anadolu Agency







