Israel Deportasi Ratusan Aktivis Flotilla Gaza yang Mereka Culik

Alessandro Mantovani, seorang jurnalis asal Italia yang ikut ditawan bersama para aktivis dan dideportasi lebih awal, memberikan kesaksian serupa kepada wartawan di Roma bahwa dirinya dibawa ke bandara Ben Gurion dalam kondisi tangan diborgol dan kaki dirantai sebelum dipaksa naik ke penerbangan menuju Athena.

“Pasukan Israel memukuli kami,” tegas Mantovani dengan nada geram.

“Mereka menendang, meninju, dan meneriaki kami dengan kalimat ‘Selamat datang di Israel’,” lanjut jurnalis Italia tersebut membongkar kebiadaban zionis.

Kecaman Global Memuncak

Aksi penculikan massal terbaru oleh militer zionis ini terjadi pada Selasa malam, ketika pasukan Israel menyergap kapal terakhir dari total lebih dari 50 kapal dalam iring-iringan Global Sumud Flotilla yang sedang berlayar menuju Gaza di perairan internasional.

Serangan brutal komando Israel tersebut langsung memicu kecaman keras dunia, di mana para menteri luar negeri dari 10 negara termasuk Spanyol, Brasil, dan India, mengutuk tindakan biadab pasukan zionis sebagai “pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional”.

Sikap keji Israel terhadap para relawan kemanusiaan internasional ini memicu banjir kecaman dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari sejumlah negara Barat yang selama ini menjadi sekutu utama mereka.

Gelombang kemarahan global ini semakin meledak setelah Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan ekstrem kanan, Itamar Ben-Gvir, dengan angkuh mengunggah video di media sosial X pada hari Rabu yang memperlihatkan dirinya sedang mengejek para aktivis kemanusiaan yang dipaksa berlutut di lantai dengan posisi kedua tangan terikat erat di belakang punggung mereka.

Merespons tindakan biadab itu, sejumlah negara seperti Prancis, Kanada, Spanyol, Portugal, dan Belanda langsung memanggil duta besar Israel di ibu kota masing-masing untuk melayangkan protes keras atas tindakan yang sangat menghina nilai kemanusiaan tersebut.

Sementara itu, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menegaskan dirinya “sangat muak” melihat perilaku Ben-Gvir dan menyebut tindakan menteri zionis tersebut “sama sekali tidak dapat diterima”.

Pemerintah Italia bertindak lebih tegas dengan menuntut permohonan maaf resmi dari pihak Israel atas insiden memuakkan yang menimpa warga negaranya.

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani segera menghubungi Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, mendesak agar sanksi tegas terhadap Ben-Gvir segera dibahas dalam pertemuan para menteri luar negeri blok Eropa mendatang.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU