Israel Deportasi Ratusan Aktivis Flotilla Gaza yang Mereka Culik

Perilaku barbar Ben-Gvir ini bahkan memicu teguran keras yang terbilang langka dari Perdana Menteri Israel sendiri, Benjamin Netanyahu, demi menyelamatkan muka rezimnya di panggung internasional.

“Israel memiliki hak penuh untuk mencegah flotilla provokatif dari para pendukung teroris Hamas memasuki perairan teritorial kami dan mencapai Gaza. Namun, cara Menteri Ben-Gvir memperlakukan para aktivis flotilla tersebut tidak sejalan dengan nilai dan norma Israel,” ujar Netanyahu berdalih.

“Ini benar-benar menunjukkan betapa otoritas Israel ingin menjadikan [peristiwa] ini sebagai panggung pertunjukan, dan ini merupakan kepanjangan dari perlakuan kejam Israel terhadap warga Palestina, yang sayangnya selama ini kurang mendapat kecaman publik global,” tegas Miriam Azem selaku koordinator advokasi internasional di Adalah kepada Al Jazeera.

Melaporkan langsung dari Ramallah di wilayah Tepi Barat yang diduduki, jurnalis Al Jazeera Nida Ibrahim menyatakan bahwa proses deportasi massal kali ini merupakan yang tercepat yang pernah dilakukan Israel demi meredam kehancuran citra publik akibat blunder fatal video unggahan Ben-Gvir.

Ibrahim menambahkan bahwa mayoritas warga Palestina menilai insiden ini mendapatkan perhatian internasional yang sangat besar hanya karena para korban yang dianiaya oleh zionis merupakan warga negara asing.

Di antara mereka yang ditawan terdapat seorang warga negara Israel pro-Palestina, Zohar Regev, yang dipaksa menghadiri persidangan di Ashkelon pada Kamis setelah dituduh secara sepihak memasuki wilayah Israel secara ilegal.

“Hal ini memperlihatkan kepada Anda tingkat kemarahan Israel, tingkat frustrasi Israel terhadap aksi flotilla berkelanjutan yang terus merusak citra global Israel,” pungkas Ibrahim dalam laporan langsungnya.

Sumber: Al Jazeera

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU