Jibril Membalikkan Istana dan Para Penghuninya

Diriwayatkan oleh Wahab bin Munabbih ia mengisahkan; “Seorang tiran membangun sebuah istana yang megah dan kokoh. Lalu seorang nenek miskin juga mendirikan sebuah gubuk reyot di sebelahnya untuk tempat berlindung. Pada suatu hari ketika sang tiran sedang berjalan-jalan mengelilingi istananya, ia sangat marah melihat sebuah gubuk reyot berdiri di dekatnya. Ia bertanya kepada seorang pengawalnya, “Punya siapa gubuk reyot ini?”

Si pengawal menjawab, “Punya seorang nenek miskin sebagai tempat berlindungnya.”

Sang tiran lalu memerintahkan untuk merobohkan gubuk reyot tersebut.

Melihat gubuknya dirobohkan si nenek hanya bisa memandang sedih. Ia bertanya kepada si pengawal tadi, “Siapa yang merobohkan gubukku?”

Si pengawal menjawab, “Aku, tetapi atas perintah tuanku.”

Si nenek lalu mengangkat kepalanya menghadap langit seraya berkata, “Tuhan, jika saat gubukku dirobohkan aku sedang tidak ada sini, lalu sedang apa Engaku waktu itu?”

Tidak lama kemudian Allah memerintahkan Jibril untuk membalikkan istana tersebut berikut para penghuninya. Jibril pun segera melaksanakan perintah Tuhannya itu.”

Diceritakan pada suatu hari seorang panglima perang pasukan Islam bernama Khalid bin Barmak beserta anaknya ditahan oleh seorang penguasa zalim. Anaknya mengeluh seraya mengatakan, “Ayah, setelah menang dan hidup bebas di luar, kita sekarang berada dalam tahanan. Kenapa?”

Khalid menjawab, “Tenanglah, anakku, doa orang yang teraniaya itu berjalan pada suatu malam di mana kita lalai dariya. Tetapi percayalah, Allah tidak akan pernah lalai seperti kita.”

Khalid benar, karena Rasulullah juga pernah bersabda, “Sesungguhnya doa orang yang teraniaya itu diangkat ke atas awan. Lalu Tuhan Yang Maha Memberkahi lagi Mahatinggi berfirman, ‘Demi keperkasaan dan keagungan-Ku. Sungguh Aku akan menolongmu sampai kapan pun.” [Hadits hasan kata Al-Mundziri diriwayatkan oleh Ath-Thabarani. Katanya, tidak ada masalah dengan isnadnya. Lihat, At-Targhib III/146}.

“Waspadalah terhadap doa orang yang teraniaya karena doanya akan menembus ke atas awan lalu dikabulkan Waspadalah terhadap doa yang antara doa itu dengan Tuhan semesta alam tidak ada sekat Janganlah mengira Allah mengabaikannya begitu saja atau Allah tidak mengetahuinya.

Ada riwayat hadits sahih yang menyatakan Allah berfirman: “Demi keperkasaan-Ku, Aku pasti akan menolong orang yang teraniaya.” dan ia pasti akan dibalaskan Siapa yang tak percaya hadits ini ia adalah orang yang sangat bodoh atau barangkali akalnya tidak normal.”

Sumber: Sa’ad Yusuf Abu Aziz. Kisah Akhir Hayat Orang-Orang Zalim (terjemahan). Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2024.

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU