#KaburAjaDulu, Ketika Anak Muda Putus Asa!

Sistem pendidikan juga lebih berorientasi pada kepentingan pasar tenaga kerja, bukan membangun generasi yang mandiri dan siap membangun bangsa. Akibatnya, lulusan perguruan tinggi hanya dipandang sebagai tenaga kerja, bukan sebagai pemimpin masa depan.

Islam Menawarkan Solusi Hakiki

Islam memiliki sistem ekonomi dan pemerintahan yang benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Negara dalam Islam bukan sekadar regulator, tetapi pelayan bagi rakyatnya.

Dalam Islam, pemimpin adalah pengurus rakyat, bukan pelayan pemodal. Rasulullah saw. bersabda: “Imam (pemimpin) itu pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Negara dalam Islam wajib memenuhi kebutuhan dasar setiap individu, baik sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan.

Islam membagi kepemilikan menjadi tiga: individu, umum, dan negara. Sumber daya alam seperti tambang, minyak, dan gas adalah milik rakyat dan harus dikelola oleh negara untuk kepentingan rakyat. Dengan pengelolaan yang benar, negara tidak perlu bergantung pada utang atau investasi asing.

Negara dalam Islam tidak boleh berlepas tangan dalam persoalan pengangguran. Islam mewajibkan negara menciptakan lapangan kerja bagi laki-laki baligh agar mereka bisa menafkahi diri dan keluarganya.

Dalam Islam, pendidikan adalah hak setiap individu dan harus diberikan secara gratis. Kurikulum pendidikan juga dirancang untuk mencetak pemimpin dan ilmuwan yang membangun peradaban, bukan sekadar tenaga kerja bagi korporasi.

Khatimah

Jika kapitalisme terus dipertahankan, kesenjangan ekonomi akan semakin melebar, dan fenomena brain drain akan semakin meningkat. Namun, dalam sistem Islam kaffah, setiap individu mendapatkan hak-haknya dengan adil, tanpa harus meninggalkan tanah air untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Sistem Islam kaffah akan membawa keadilan bagi seluruh umat manusia. Sudah saatnya generasi muda menyadari bahwa solusi sejati bukanlah melarikan diri dari permasalahan, tetapi memperjuangkan perubahan sistemik menuju Islam kaffah. Wallahu a’lam []

Mahrita Julia Hapsari, Aktivis Muslimah Banua

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU