Kaki Anda Bau Tak Sedap? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  1. Infeksi jamur

Tinea pedis (istilah medis untuk kutu air) adalah infeksi jamur umum yang dapat menyerang kulit di telapak kaki terutama kulit di antara jari-jari kaki.

Menurut DermNet, kondisi ini ditandai dengan kulit yang lembap dan mengelupas, perubahan warna menjadi kuning atau kehijauan, retakan yang menyakitkan, dan bau yang tidak sedap seringkali pada usia 60 tahun dengan kondisi kesehatan diabetes dan obesitas.

Pengobatan bisa dilakukan dengan krim antijamur yang dijual bebas, salep, gel, semprotan, atau bubuk yang dibuat dengan obat-obatan seperti Lotrimin (clotrimazole) atau Monistat (miconazole).

  1. Infeksi bakteri

Kaki bau disertai rasa gatal, lubang atau kawah kecil pada kulit, atau bercak putih merupakan tanda infeksi bakteri pada kaki yang disebut keratolisis berlubang. Infeksi ini cenderung menyerang orang yang kakinya banyak berkeringat atau mereka yang terpapar banyak kelembapan saat mengenakan sepatu atau bot ketat.

Pengobatan keratolisis berlubang dimulai dengan menghilangkan infeksi, biasanya dengan krim antibiotik seperti Cleocin (clindamycin) atau Robimycin (erythromycin) yang dipadukan dengan agen antiseptik seperti benzoyl peroxide, menurut American Family Physician.

Pengobatan rumahan seperti membersihkan kaki secara menyeluruh, mengenakan kaus kaki dan sepatu yang menyerap keringat, dan menggunakan antiperspirant kaki juga dapat mencegah gejala kambuh lagi.

  1. Eksim

Kondisi kulit umum yang menyebabkan bercak-bercak yang meradang dan berubah warna pada kulit, dapat memengaruhi kaki. Dan menurut Dr. Wood, ketika eksim mencapai kaki terkadang dapat menyebabkan bau yang tidak sedap.

​​​​Sebaiknya gunakan air hangat saat mandi, hindari kontak dengan deterjen, kenakan kaus kaki atau stoking yang terbuat dari kain yang dapat menyerap keringat seperti katun atau sutra, dan gunakan kaus kaki dan sepatu yang kering. []

sumber: ANTARA

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU