Kaum Serakah ‘Ambtenar’ Kekuasaan

Benarkah Daendels saat membangun jalan antara Anyer-Panarukan secara kerja paksa kepada para kuli-kuli tanpa bayaran?

Ternyata, tidak! Bayaran tetap diberikan layak. Jadi tidak layak, karena kepengnya nyangkut di para mandor Londo Ireng. Bahkan, mungkin tak sepeserpun sampai. Cuman makan itupun hanya jadi kentut kegetiran.

Ini perilaku korupsi luar biasa para “ambtenar” kekuasaan Londo Ireng. Ini terlacak jadi memori pahit sejarah!

Tahukah ketika Perang Diponegoro 1825-1830 kalau lebih dari 60% pasukan Londo itu juga tentaranya pasukan pribumi sendiri Londo Ireng?

Pun tentara sekutu NICA menggempur lagi Surabaya yang dilawan oleh heroisme Bung Tomo atau Jepang di saat pertempuran jelang kemerdekaan. Ada kontribusi besar pasukan rela mati Londo dan Jepun Ireng?

Jelas, tak lebih mereka itu termasuk kategori pribumi kaum pengecut, pecundang dan pengkhianat bangsa. Tetapi, julukan kelaknatan itu mana dipedulikan!

Mereka mau bertaruh menyambung dan membuang nyawa. Demi menyeberang meraih pangkat di pundak kekuasaan “ambtenar”. Menjadi bagian strata dari keluarga orang kaya baru nanti!

Sedangkan, di negeri ini kemunculan lain kekuasaan “ambtenar” kaum “penjilat abadi” itu dilahirkan dari penganut ideologi komunis.

Muso itu politikus intelektualis sekalipun ikut memberontak di Madiun 1948. Sampai menjadi pasukan hantu pembunuh di desa-desa. Menciptakan hororable selalu mengundang ketakutan dan kengerian. Padahal, tak kalah seberonjot “intelektualitasnya” dengan Kartosuwiryo, Tan Malaka dan Soekarno.

Tetapi, Muso kalah keren dalam cara menjilat dengan DN Aidit —sekalipun hanya sekelas politikus preman— saat dengan jilatannya mau menggulingkan Soekarno, seorang Presiden legendaris The Founding Fathers . Tak peduli caranya menghasut ABRI jadi pecah. Sampai Dewan Jenderal tewas dibunuh dengan cara keji dan kejam mengenaskan di lubang buaya Halim.

Dan dengan peristiwa G 30 S PKI itu DN Aidit telah membakar sumbu permusuhan dan perpecahan bangsa ini jadi panjang tak bertepi! Korbannya sudah jutaan nyawa melayang. Memicu tragedi kemanusiaan paling memilukan sepanjang sejarah bangsa ini.

Namun, siapa nyana anasir dan senyawa komunisme yang tak kasat mata dan sudah terlarang itu selama satu dekade terakhir tengah mewabah lagi ke bangsa ini. Bahkan, ada dugaan apakah ini dendam politik komunis yang telah dimusnahkan?

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU