Jakarta (Ngabarin.net)— Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia berkomitmen memperkuat tata kelola serta perlindungan jemaah dengan melakukan pencegahan ketat terhadap haji nonprosedural pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, melaporkan bahwa operasional haji hingga Selasa, 5 Mei 2026, telah memasuki hari kelima belas dan berlangsung secara tertib serta terkendali.
Hingga Senin, 4 Mei 2026, tercatat 229 kloter yang membawa 89.051 jemaah serta 912 petugas telah resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci.
“Proses pemberangkatan, kedatangan, dan pergerakan jemaah terus dalam pendampingan petugas di seluruh titik layanan. Semua dilakukan untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Selasa (05/05/2026).
Berdasarkan data terkini, 219 kloter dengan total 85.039 jemaah sudah mendarat di Madinah, sementara 26.037 jemaah lainnya telah bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Mengenai penegakan hukum, pihak KJRI Jeddah mengonfirmasi bahwa 10 warga negara Indonesia (WNI) ditangkap oleh otoritas Arab Saudi dalam sepekan terakhir karena diduga terlibat dalam promosi serta praktik jual beli haji ilegal.
Pemerintah Indonesia secara tegas mendukung kebijakan Arab Saudi mengenai La Haj bila Tasrih, yang berarti tidak ada ibadah haji tanpa izin resmi dari otoritas setempat.
“Jika ada WNI yang menghadapi proses hukum, penanganannya sepenuhnya kami serahkan kepada otoritas hukum Arab Saudi. Pemerintah Indonesia tidak akan melakukan intervensi,” tegas Maria.
Di tingkat domestik, Satgas Haji Ilegal yang terdiri atas unsur Kemenhaj, Polri, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus menggagalkan upaya pemberangkatan nonprosedural di berbagai titik strategis.
Kemenhaj mengimbau masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji tanpa antre yang melanggar aturan karena berisiko memicu sanksi pidana, deportasi, hingga pencekalan masuk ke Arab Saudi selama 10 tahun.
Mengingat suhu udara di Tanah Suci saat ini mencapai 37 hingga 39 derajat celsius, jemaah juga diingatkan untuk memprioritaskan kesehatan dengan menjaga hidrasi dan cukup beristirahat.
“Mari kita prioritaskan kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kekhusyukan ibadah agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji secara optimal,” tutup Maria.[]







