Hingga saat ini, tercatat sebanyak 34.308 jemaah Indonesia di Arab Saudi telah melakukan pembayaran dam sesuai dengan mekanisme resmi yang berlaku.
Maria menambahkan bahwa Kemenhaj bersama Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) terus berupaya menghadirkan kemudahan layanan bagi seluruh jemaah.
“Untuk mempermudah jemaah, petugas Adahi akan hadir langsung ke hotel-hotel tempat jemaah menginap guna melakukan pembayaran dan verifikasi. Skema jemput layanan ini kami prioritaskan terutama untuk membantu jemaah lansia, disabilitas, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi,” jelasnya.
Setelah proses transaksi selesai, setiap jemaah akan memperoleh bukti pembayaran resmi sebagai tanda bahwa kewajiban dam telah ditunaikan dan tercatat di dalam sistem.
Kemenhaj juga mengingatkan dengan tegas kepada seluruh jemaah agar tidak melakukan pembayaran dam melalui jalur yang tidak resmi.
“Kami mengimbau seluruh jemaah agar tidak menggunakan jasa calo, pihak yang tidak berwenang, ataupun melakukan transaksi di luar sistem resmi. Ini penting untuk melindungi jemaah dari potensi penipuan sekaligus memastikan dana dikelola secara transparan dan ibadah berjalan sesuai syariat,” tegas Maria.
Selain berfokus pada tata kelola dam, Kemenhaj kembali mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah menjaga stamina dengan membiasakan berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Kondisi fisik yang prima menjadi bagian penting dari kelancaran ibadah haji,” ujar Maria.
Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta (komorbid), Kemenhaj meminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan maupun ketua rombongan apabila mengalami keluhan kesehatan sekecil apa pun.
Kemenhaj menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan layanan terbaik kepada jemaah, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh jemaah yang terus menjaga ketertiban serta kedisiplinan selama menjalankan prosesi ibadah di Tanah Suci.
“Sekali lagi kami mengingatkan: jaga kesehatan, biasakan berjalan kaki, kurangi aktivitas yang tidak mendesak, dan ikuti arahan petugas demi kelancaran ibadah haji. Semoga seluruh jemaah Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan memperoleh haji yang mabrur,” tutup Maria.[]







