Dunia Mengutuk Aksi Brutal Israel
Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengecam keras tindakan biadab dan tidak manusiawi yang diterima oleh para relawan kemanusiaan tersebut.
“Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemানুsiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,” kataya.
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, pada Jumat (22/05) menyatakan telah memegang bukti kuat mengenai penyiksaan warga negaranya oleh otoritas Israel.
Dia menambahkan: “Kanada dengan tegas mengutuk perlakuan buruk terhadap warga Kanada di Israel. Mereka yang bertanggung jawab atas penyalahgunaan berat ini harus dimintai pertanggungjawaban.”
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga negaranya merupakan prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar.
Pemerintah Jerman menuntut penjelasan penuh dan investigasi tuntas dari Tel Aviv atas dugaan pelanggaran berat ini.
Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, mengonfirmasi bahwa empat dari puluhan aktivis asal negaranya harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka parah.
Pembajakan armada kemanusiaan ini dimulai sejak Senin (18/05) pagi saat pasukan komando Angkatan Laut Israel menghadang kapal di perairan internasional dekat Siprus.
Otoritas penjara zionis tetap berdalih bahwa tuduhan pemerkosaan dan penyiksaan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar faktual.
“Semua tahanan ditahan sesuai hukum, dengan penghormatan penuh terhadap hak-hak dasar mereka dan di bawah pengawasan petugas penjara yang profesional dan terlatih,” katanya.
“Perawatan medis diberikan sesuai penilaian medis profesional dan sesuai dengan pedoman kementerian kesehatan.”
Rezim Israel menuding aksi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 ini sebagai propaganda politik yang menguntungkan kelompok pejuang Hamas.
Keangkuhan Menteri Zionis Ejek Relawan yang Diborgol
Awal pekan ini, entitas zionis Israel menghadapi gelombang kecaman dari 20 negara akibat aksi provokatif Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir.
Sebuah rekaman video memperlihatkan menteri radikal tersebut mengejek dan menghina puluhan aktivis yang dipaksa bersujud dengan tangan terikat.
Tindakan arogan Ben Gvir ini bahkan memicu kritik internal dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menyebutnya merusak citra diplomasi.
Diketahui, lebih dari 50 kapal kemanusiaan dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 berlayar dari Turki untuk menembus blokade ilegal Israel di Jalur Gaza.
Pasukan zionis menghadang iring-iringan kapal pembawa bahan pangan dan obat-obatan tersebut pada Senin (18/05) pagi di zona laut internasional.
Para relawan yang ditangkap kemudian digiring paksa ke Pelabuhan Ashdod sebelum akhirnya dijebloskan ke sel tahanan militer.
Hingga Kamis (21/05), sebanyak 422 relawan dari 41 negara telah dideportasi secara paksa, termasuk di antaranya sembilan warga negara Indonesia.
Sebagian besar dari pejuang kemanusiaan tersebut kini telah dipulangkan dan tiba di negara asal mereka masing-masing.
Sumber: BBC News Indonesia







